Hari Raya Nyepi

Ketua PHDI: Ogoh-ogoh Tak Harus Dibakar, Setelah Diarak Bisa Dijual atau Dipajang Kembali

Dikatakan Ketua PHDI, membakar ogoh-ogoh tidak diwajibkan karena ogoh-ogoh telah disomia (dinetralkan) dengan tirta penyomian dan tirta tawur

Ketua PHDI: Ogoh-ogoh Tak Harus Dibakar, Setelah Diarak Bisa Dijual atau Dipajang Kembali
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pawai ogoh-ogoh di Jalan Gajah Mada tampak ramai dan meriah ditonton ribuan masyarakat Kota Denpasar, Rabu (6/3/2019). 

“Perkembangan dari variasi itu wajar, tetapi jika perkembangan menyalahi tatwanya, ini yang perlu dikembalikan. Misalkan, para Dewa dipakai ogoh-ogoh kan tidak sesuai,” katanya. 

Tambahnya, bentuk ogoh-ogoh semestinya juga jangan sampai lepas dari pakem yang ada.

Baca: Bali Tetap Jadi Tujuan Wisata Meski Tengah Merayakan Nyepi, Suasana Nyepi Bagian dari Daya Tarik

Baca: Ketika Semuanya Hening Dan Tanpa Gerak, Inilah Hari Suci Nyepi di Bali

Menurutnya, masalah perkembangan variasi tidak apa-apa, yang penting jangan mambuat bentuk-bentuk yang sensitif dan menyinggung perasaan orang lain.

Menurutnya, ogoh-ogoh adalah simbol bhuta kala yang sudah disomiakan dengan tirta tawur supaya bhuta kala ini berubah menjadi sifat-sifat dewa.

Lanjutnya, karena sudah disomia, maka umat Hindu harus juga nyomia dirinya masing-masing karena didalam diri manusia ada sifat-sifat yang perlu disomia.

Sifat-sifat dari bhuta kala itu adalah marah, dengki, iri, malas, kejam dan sebagainya.

Baca: Tawur Kesanga Dilaksanakan Sehari Sebelum Nyepi Saat Sandikala , Ini Prosesinya

Baca: TRIBUN WIKI - Tidak Hanya Nyepi Saka, Ada 7 Jenis Nyepi Yang Dilaksanakan di Bali

Sambungnya, karena sudah disomia pada malam harinya maka ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa.

Begitu juga dengan sifat-sifat manusia, juga harus menyesuaikan agar bisa berubah menjadi sifat-sifat para dewa.

Prof Sudiana menuturkan bahwa simbol bhuta kala yang disimbolkan oleh ogoh-ogoh ini sebagai tanda bahwa umat Hindu sudah mengalami kedamaian yang diperkuat dengan catur brata penyepian.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved