Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier

Pria berkulit sawo matang ini mengatakan, banyak pengalaman yang ia dapatkan semenjak menjadi seorang wasit resmi sepak bola

Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
WASIT SENIOR - Ali Mustofa, salah-satu wasit nasional sepak bola dari Bali, saat ditemui di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (9/3). Ali akan pensiun tahun ini, dan berharap ada penerusnya dari Bali. 

Ali mulai resmi menjadi wasit di tahun 2003 hingga sekarang.

Pria berkulit sawo matang ini mengatakan, banyak pengalaman yang ia dapatkan semenjak menjadi seorang wasit resmi sepak bola.

Baca: Koramil 1610-01 Klungkung Manfaatkan Lahan Kosong jadi Lahan Produktif untuk Bercocok Tanam

Baca: Karakter Orang Maret Berdasarkan Tanggal Lahir, Lahir Akhir Bulan Terkenal Galak & Tidak Konsisten?

Antara lain, ia jadi memiliki banyak teman di berbagai tempat, dan juga sering bepergian ke banyak daerah yang ada di Indonesia.

Pengalaman buruk yang tidak akan dilupakan Ali adalah ketika dia dipukul oleh suporter sehingga sempat dirawat di rumah sakit karena terluka.

Pemukulan oleh suporter itu dialaminya dua kali.

Namun, kejadian-kejadian buruk itu ternyata tidak membuat Ali kapok atau menyerah menjadi seorang wasit.

“Saya gak kapok jadi wasit sepak bola walaupun sudah dua kali masuk rumah sakit. Dua kali pemukulan itu terjadi dalam pertandingan di tingkat daerah. Tapi dalam pertandingan di tingkat nasional, saya bisa menikmati peran menjadi wasit, karena benar-benar sesuai dengan aturan. Wasit bisa menyelesaikan,” ungkap Ali saat ditemui Tribun Bali di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (9/3/2019).

“Kalau memimpin pertandingan di level nasional enak, terutama saat tim yang kalah mengucapkan terima kasih kepada wasit. Saat itu saya (merasa) bangga, sebagai seorang wasit saya merasa senang sekali. Yang kalah saja bisa mengucapkan terima kasih, apalagi tim yang menang. Di situlah nikmatnya menjadi seorang wasit. Dalam laga-laga tingkat nasional, saya belum pernah mengalami pemukulan oleh suporter. Syukur selama ini semua pertandingan di level nasional yang saya pimpin, berjalan dengan lancar,” imbuh Ali Mustofa.

Baca: Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Olahraga Para Generasi Muda Banjar Tampuagan

Baca: Jelang Laga Kontra Semen Padang, Pakem Bali United Berubah Pasca Ditinggal Tiga Pemain ke Timnas

Ia mengungkapkan, persaingan yang terjadi di profesi perwasitan begitu ketat, terutama di tingkat nasional.

Ia melihat banyak rekannya yang sudah bertahun-tahun mengikuti kursus perwasitan, namun masih belum lolos untuk melangkah memimpin pertandingan tingkat nasional.

Halaman
1234
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved