Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier

Pria berkulit sawo matang ini mengatakan, banyak pengalaman yang ia dapatkan semenjak menjadi seorang wasit resmi sepak bola

Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
WASIT SENIOR - Ali Mustofa, salah-satu wasit nasional sepak bola dari Bali, saat ditemui di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (9/3). Ali akan pensiun tahun ini, dan berharap ada penerusnya dari Bali. 

“Kalau dibilang susah ya susah juga persaingan kita. Persaingan untuk ke level nasional itu terutama. Banyak rekan saya yang sudah bertahun-tahun ikut kursus, tapi belum bisa ke nasional. Belum bisa dipanggil ke Liga 1, Liga 2 sampai Liga 3,“ kata Ali.

Untuk menghadapi persaingan yang ketat, selama ini Ali selalu mengasah kemampuan perwasitannya, dan juga terutama melatih fisiknya.

Menjadi seorang wasit di garis tengah selama bertahun-tahun membuat Ali mengetahui hal-hal penting yang diperlukan oleh wasit tengah saat pertandingan sepak bola.

Menurut Ali, menjadi seorang wasit tengah tidak cukup hanya dengan menguasai aturan-aturan permainan atau Laws of the Game.

Baca: 100 Tas Belanja Ludes oleh Pedagang dan Pembeli di Pasar Badung

Baca: Ajarkan Anak Cara Mendaur Ulang Kertas di Festival Of Sosial Entrepreneurship Wave and Suistainable

Wasit tengah, kata dia, harus memiliki kondisi fisik yang bagus serta mental yang kuat.

“Fisik, pengetahuan tentang Laws of the Game dan mental kuat sangat diperlukan. Kalau fisiknya gak bagus pada saat kita memimpin kan kita bisa ketinggalan sangat jauh dari pergerakan pemain. Jadinya, gak bisa mencermati dan mengawasi bagaimana mereka bermain. Namun, meski fisik kuat tapi kalau mentalnya gak bagus, itu juga akan bisa kacau. Kepemimpinannya akan gak bagus, bisa kebingungan,” beber Ali.

Ia berpesan kepada wasit-wasit muda, khususnya dari Bali, untuk rajin melatih fisik dan menguatkan mental agar dapat bersaing di tingkat nasional.

“Wasit muda jangan berkecil hati. Kuatkan mental dan rajin latihan fisik supaya siap bersaing di level nasional. Pokoknya selalu banyak latihan dan baca aturan atau laws of the game,” kata Ali.

Kondisi fisik prima yang dituntut untuk seorang wasit, jelasnya, tidak bisa dibentuk secara instan.

Untuk itu, para wasit muda tidak bisa bermalas-malasan.

Baca: Berburu Spot Foto Instagramable di Ulun Danu Beratan

Baca: Berbagai Lomba Meriahkan HUT Yayasan Tukad Bindu ke-2

Halaman
1234
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved