Aktivitas Keagamaan di Kecamatan Banjarangkan Terancam Gara-gara ini, Warga Minta Solusi
Ia mengaku khawatir, abrasi parah di Pantai Tegal Besar akan mengikis pesisir yang biasa mereka gunakan untuk menggelar melasti
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Rizki Laelani
Abrasi Pantai Tegal Besar Kian Parah, Masyarakat Khawatir Kehilangan Tempat Melasti
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- I Made Sudiana sedang mengikuti upacara melasti di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Banjarangkan.
Ketika sedang menyiapkan berbagai sarana upakara, ia lalu melanglah ke pesisir.
Ia mengaku khawatir, abrasi parah di Pantai Tegal Besar akan mengikis pesisir yang biasa mereka gunakan untuk menggelar melasti
"Abrasinya sudah sangat parah. Padahal tahun lalu, tempat melasti kami ini masih sangat luas. Tapi saat ini, sudah abrasi parah seperti ini," ujar Made Sudiana.
Ia mengungkapkan, abrasi parah ini sudah berlangsung dua tahun terakahir.
Baca: Begal Payudara Bikin Resah, Guru L Jadi Korbannya, Saat Itu Hujan, Saya Dipepet Langsung Diremas
Baca: Setelah Buang Kondom Pelajar Ini Langsung Digerebek, Warga Sita 12 Kondom, Saya Akan Nikahi Korban
Saat ini, abrasi sudah mengikis daratan sekitar 50 meter ke utara.
Sementara panjang lantai yang terkikis abrasi di Pantai Tegal Besar sekitar 200 meter.
Kondisi ini tentu mengancam aktivitas keagamaan masyarakat, karena lokasi ini biasanya dimanfaatkan warga di sejumlah desa di Kecamatan Banjarangkan untuk melasti.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, ia khawatir masyarakat akan kehilangan tempat melasti.
"Lokasi ini kan menjadi tempat untuk kegiatan keagamaan warga. Pemerintah harus mencari solusi terkait hal ini, jangan sampai kami kehilangan tempat untuk melasti," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai-tegal-besar-yang-telah-mengalami-abrasi-parah-rabu-2032019-lalu.jpg)