Akseleran Raih 200 Ribu Pengguna Aplikasi Mobile, 70 Persennya adalah Pemberi Dana
Kurang dari enam bulan sejak diluncurkan per Oktober 2018, Akseleran berhasil meraih 200 ribu pengguna dari aplikasi mobile di seluruh Indonesia.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Kurang dari enam bulan sejak diluncurkan per Oktober 2018, Akseleran berhasil
meraih 200 ribu pengguna dari aplikasi mobile di seluruh Indonesia.
Pencapaian ini turut mendorong realisasi penyaluran pinjaman Akseleran yang terus meningkat hingga mencapai Rp350 miliar di pertengahan Maret 2019.
Seperti diketahui, di penghujung tahun 2018, Akseleran mencatat penyaluran pinjaman 105 persen dari yang ditargetkan atau sebesar Rp210 miliar kepada 450 pinjaman dari berbagai latar belakang.
Dengan keberhasilan tersebut, Akseleran menargetkan kenaikan penyaluran pinjaman sebanyak enam kali lipat, atau sebesar Rp1,4 triliun secara akumulatif di akhir tahun ini.
Baca: Konsumsi Air Minum Berlebih Justru Berbahaya Bagi Ginjal
Baca: Sebuah Villa di Sanur Terbakar Seusai Terdengar Suara Petir Yang Keras Kemudian Listrik Padam
“Pertumbuhan pengguna Akseleran dari aplikasi mobile memang sangat cepat setelah diluncurkan pada Oktober tahun lalu. Hal ini seiring dengan layanan UI/UX yang kami berikan di aplikasi Akseleran berhasil membuat pengguna kami sangat dimudahkan dan nyaman.
Sekarang penetrasi penggunaannya dengan aplikasi sudah mencapai 80 persen, sedangkan sisanya dari website Akseleran,” ujar Rassel Pratomo, Chief Technology Officer & Co-Founder Akseleran dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali pada Senin (25/3/2019).
Setidaknya, kata Rassel, jumlah pengguna Akseleran dari aplikasi mobile baik melalui Play Store maupun App Store masih dapat terus bertambah sebanyak 27 ribu di tahun ini.
Target tersebut, jelasnya, optimistis dapat tercapai sejalan dengan animo masyarakat di seluruh Indonesia yang semakin bertambah berkat kemudahan bertransaksi menggunakan Akseleran baik sebagai pemberi dana (lender) dan peminjam (borrower).
Baca: Tabanan Akan Kekurangan 8 Rombel, Dinas Pendidkkan Arahkan ke Sekolah Swasta
Baca: Nyoblos 17 April Mendatang, Wagub Cok Ace Berharap Ada Kelonggaran untuk Karyawan
“Di pertengahan bulan ini pun, kami memperoleh Sertifikat ISO/IEC 27001:2013 full scope yang menjaga sistem data keamanan informasi tidak hanya untuk divisi IT, melainkan juga untuk seluruh divisi yang berada di Akseleran."
"Tentu, dengan adanya sertifikat ini semakin membuktikan bahwa setiap yang menggunakan aplikasi dan website Akseleran untuk bertransaksi sudah dijamin data keamananan informasinya,” tutur Rassel.
Andri Madian, Chief Marketing Officer Akseleran juga menjelaskan bahwa 200 ribu pengguna Akseleran dari aplikasi mobile sebagian besar berstatus sebagai lender.
Komposisinya, terang Andri, sebanyak 70 - 80 persen adalah lender dan selebihnya borrower yang merupakan para pelaku usaha dan membutuhkan tambahan modal.
Yang menarik, ungkapnya, belum lama ini Akseleran telah meluncurkan fitur baru yang membuat para lender semakin dimudahkan, yakni fitur Kalkulator Finansial dan Auto Lending.
Baca: Sembilan Tari Bali Warisan Budaya Dunia Tak Benda Siap Ditampilkan di PKB Tahun 2019
Baca: 7 Pilihan Warna Dinding yang Tepat di Rumah Menurut Psikologi
Khusus Auto Lending, setiap lender akan diuntungkan karena dapat melakukan pendanaan tanpa harus menghabiskan waktu mencari pendanaan yang sesuai dan tidak mengganggu aktivitas yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-akseleran-berjumlah-74.jpg)