Begini Alasan Peramal Keturunan Trah Solo Jogja Memilih Menetap di Bali, Rara: Saya Melihat Maha Rsi

Ditemui di kediamannya, Minggu (31/3) siang, Rara menceritakan kisah hidupnya hingga menjadi seorang pembaca tarot sekaligus pawang hujan.

Begini Alasan Peramal Keturunan Trah Solo Jogja Memilih Menetap di Bali, Rara: Saya Melihat Maha Rsi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Mbak Rara atau RR Istiati Wulandari sang peramal yang kini menetap di Bali. 

Tahun 1988, sang ayah meninggal dan Rara menonton video milik ayahnya tentang dunia lain.

Dan sebelum ayahnya meninggal Rara pun sempat memimpikan sang ayah akan meninggal dan itu memang terjadi walaupun sang ibu sempat mengatakan jika sang ayah baik-baik saja.

Dari sanalah Rara percaya bahwa dirinya bisa meramal apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bahkan ia meramalkan dirinya jika tetap hidup di Jogja akan susah.

Karena itu, setelah bercerai dengan suaminya pada November 2014, ia sangat ingin pindah ke Bali.

Alasannya ia suka dengan alam Bali dan ingin mendapat guru spiritual di Bali.

"Saya selalu ingin pindah ke Bali, tapi mama tidak mengizinkan, termasuk mantan suami saya. Ini dikarenakan saya pernah hilang di Sangeh waktu SMP saat berlibur," paparnya.

Saat itu ia bersama 39 teman sekelasnya mengadakan liburan ke Sangeh.

Tiba-tiba anting yang dikenakannya ditarik seekor kera dan ia pun hilang padahal areal Sangeh tak terlalu luas.

Mengetahui Rara sudah hilang, teman-temannya pun mencarinya dan bahkan sempat menelepon sang ibu yang ada di Jogja yang membuat sang ibu panik.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved