Pemkot Denpasar Siapkan Rp 3.5 Miliar untuk PKB ke-41, Akan Turunkan 3000 Personel
Untuk pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-41 tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-41 tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat dikonfirmasi, Minggu (7/4/2019) siang.
"Anggaran secara keseluruhan lebih kurang 3,5 miliar," kata Mataram.
Dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019, Kota Denpasar yang dikordinasi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan mengikuti 26 materi yang diwajibkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, selaku panitia penyelanggara PKB.
Mataram mengatakan, Denpasar sangat siap menyambut gelaran seni tahunan di Bali ini.
Di mana beragam persiapan telah dilaksanakan, mulai dari penunjukan duta serta finalisasi materi yang akan dibawakan.
Baca: Denpasar Target Raih 4 Medali Emas di Cabor Basket Pada Porprov Bali 2019
Baca: 3 Fakta Kasus Pria Tewas Dimutilasi di Blitar, Ibu Korban Takut Melihat TV & Mendengarkan Radio
"Kami telah siap mengikuti seluruh materi yang diberikan oleh Provinsi Bali, sebanyak 26 materi. Secara umum sudah siap berlaga," kata Mataram.
Ia menambahkan denpasar akan menurunkan sebanyak 2500 hingga 3000 personel dalam penampilan di PKB ini termasuk seniman dan crew pembantu
Materi tersebut terbagi dalam beberapa jenis yakni pawai, parade, lomba, pagelaran, workshop, pameran, dan sarasehan.
"Gelaran PKB ini agar dimanfaatkan oleh insan seni Kota Denpasar sebagai ajang apresiasi seni dan kebudayaan Bali, sehingga ke depanya seni, budaya serta kearifan lokal Bali dapat tetap ajeg dan lestari dengan tetap berpedoman pada pakem-pakem seni itu sendiri," katanya.
"Kami berharap seluruh insan seni yang sudah dipercaya untuk menjadi duta Kota Denpasar agar senantiasa berlatih dengan maksimal untuk hasil yang maksimal pula, dan pemilihan duta kesenian ini juga dilaksanakan secara bergilir di empat kecamatan," paparnya.
Untuk diketahui, PKB ke-XLI Tahun 2019 ini mengangkat tema pokok ‘Bayu Pramana’ yang mangandung makna memuliakan sumber daya angin.
Sementara itu, pada Kamis (4/4/2019) malam kemarin juga telah dilaksanakan pembinaan terhadap Janger Kedaton Sumerta di Banjar Kedaton Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur.
Duta seni Denpasar ini mendapat pembinaan dari tim provinsi Bali.
Baca: Pihak Desa Gelar Pecaruan Setelah Kejadian Pria Diduga ODGJ Naik ke Pura Bale Agung Kapal
Baca: GOR Debes Belum Rampung Jelang Porprov Bali, Tiga Cabang Olahraga Terancam Tak Dapat Tempat
Dalam pembinaan yang berlangsug kurang lebih selama tiga jam tersebut, Sekaa Janger Kedaton menampilkan tarian khas Janger Kedaton.
Tabuhan apik mengiringi lemuh gemulai penari cowok dan cewek yang identik dengan tarian pergaulan anak muda ini.
Mataram mengatakan, persiapan telah dilakukan sejak bulan Januari lalu oleh sekaa Janger Kedaton.
Dari garapan tetabuhan dan lelampan atau cerita yang akan diangkat nantinya juga ditampilkan secara detail di hadapan tim pembina PKB dari Provinsi Bali.
"Rencana Janger Kedaton akan tampil pada tanggal 23 juni mendatang di panggung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre," paparnya.
Sementara koordinator Janger Kedaton, Made Sudiatmika mengatakan pada penampilan nanti di ajang PKB akan menampilkan Janger Melampan, dengan mengangkat cerita "Hanuman Kecangkik".
Baca: Hadiri Dharma Shanti Nasional Nyepi Tahun Saka 1941 di Bali, JK : Perbedaan Bukan Pemecah Belah
Baca: Jalan-jalan dan Beli Ceker Ayam Jadi Petaka, Kegadisan Remaja 15 Tahun Direnggut hingga Hamil
Menurutnya, Janger Kedaton sebagai Janger Sesungsungan krama Banjar Kedaton sejak Tahun 1906 sampai sekarang beberapa kali sudah diberikan kesempatan tampil dalam ajang PKB.
"Tahun 2019 ini Janger Kedaton kembali tampil, serta kami mengucapkan terima kasih kepada tim kesenian Denpasar, Dinas Kebudayaan Denpasar serta tim pembina Provinsi Bali yang telah memberikan pembinaan," katanya.
Pihaknya melibatkan 25 orang penabuh, dan 32 orang penari yang secara keseluruhan melibatkan generasi muda Banjar Kedaton.
Wakil Walikota Denpasar, I GN Jaya Negara mengatakan Janger Kedaton sebagai salah satu warisan budaya di Kota Denpasar.
keberadaan Janger Kedaton ini sudah ada sejak tahun 1906 serta sampai saat ini masih tetap lestari dan tentunya kita jaga bersama baik dalam pembinaan dan ruang berkreasi bagi generasi muda.
"Pementasan yang baik dan rapi sudah ditampilkan Janger Kedaton, selamat dan sukses dalam pagelaran nanti," kata Jaya Negara. (*)