Pihak Desa Gelar Pecaruan Setelah Kejadian Pria Diduga ODGJ Naik ke Pura Bale Agung Kapal
Ia diamankan lantaran tengah duduk di Bale Agung (Panjang) Pura Desa, Desa Adat Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihak desa adat berencana memasang CCTV di kawasan Pura.
“Kalau sekarang belum ada, kedepan kami akan rancang,” tandasnya.
Kemarin yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit. Rekan Sigit Riyadi bernama Masaid saat ditemui di RSD Mangusada Badung menuturkan, Sigit Riyadi baru tiba di Bali dari kampung halamannya sejak tiga hari lalu atau pada Kamis (2/4).
Namun, apa yang melatar belakangi tingkah aneh rekannya, Masaid mengaku tidak tahu.
Sebab, dengan Sigit Riyadi tidak ada hubungan keluarga, melainkan sebatas teman.
“Rencana mau ikut saya kerja di kapal (jadi anak buah kapal, red) di Pelabuhan Benoa. Tapi, tiba-tiba kumat, ngebleng. Nah, pagi harinya (Jumat) dia mau minta pulang, tapi saya antar tidak mau,” terang Masaid.
Mengingat pekerjaan masih banyak, Masaid akhirnya kembali bekerja. Sampai kemudian, sekembali dari bekerja, Masaid mendapati Sigit Riyadi sudah tidak ada.
Dia mengaku sama sekali tak tahu menahu keberadaan rekannya tersebut.
Kalau pun Sigit Riyadi pulang, naik kendaraan apa menuju terminal Mengwi pun Masaid mengaku tidak tahu. Ia tahu keberadaan temannya dari media sosial yang viral. Hingga akhirnya ia menuju Polsek Mengwi.
“Saya sudah berupaya menghubungi keluarga Sigit Riyadi melalui sambungan telefon. Namun, belum tersambung,” jelasnya.
Pihaknya pun mengira temannya itu karena belajar-belajar ilmu kanuragan, namun mentalnya tidak kuat.
"Kalau di kampung dia biasa. Sepertinya dia belajar-belajar ilmu. Sehingga sekarang dia suka ke tempat-tempat mistis," tandasnya.
Pasien Masih Bicara Sendiri
Dirut RSD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, mengakui Sigit Riyadi, pria yang diamankan polisi lantaran kedapatan duduk di Bale Agung di Pura Desa Adat Kapal, tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Sebab, Sigit Riyadi ditengarai mengalami gangguan jiwa.