Kadishub Bali Usulkan Denda Rp 50 Ribu per Batang Bagi Sopir yang Merokok saat Mengemudi

Ada usulan membuat regulasi yang bisa menjatuhkan denda sampai Rp 50 ribu per batang sebagai efek jera bagi sopir yang merokok saat mengemudi

Kadishub Bali Usulkan Denda Rp 50 Ribu per Batang Bagi Sopir yang Merokok saat Mengemudi
Dinas Perhubungan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunatra saat bertemu rombongan Tim Advokasi Pengendalian Rokok Provinsi Bali dipimpin I Made Kerta Duana di kantornya, Renon, Denpasar, Jumat (12/4/2019). 

Duana melanjutkan, dari hasil monitoring yang dilakukan, masih menemukan tingkat kepatuhan di sarana transportasi seperti bus AKDP maupun pariwisata, dan kawasan terminal masih banyak iklan rokok maupun sopir yang merokok saat mengemudikan kendaraan.

Padahal, sesuai ketentuan, di angkutan publik tidak boleh ada iklan rokok maupun aktivitas merokok.

Pihaknya sudah bersurat ke Satpol PP dengan harapan ada kebijakan juga dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali agar turut menyosialisasikan pengendalian rokok.

Menanggapi hal itu, Kadishub Gunatra siap untuk mendukung kampanye sosialisasi pengendalian bahaya rokok di jajarannya termasuk ke penyedia sarana transportasi publik.

Baca: 23 Gempa Susulan Terus Mengguncang Pascagempa 6,9 Magnitudo

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: Deretan Fakta Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 904 Enam Tahun Lalu di Bali

Dalam waktu dekat, akan meminta Organda menggelar pertemuan dengan para pengusaha bus untuk menyampaikan masalah tersebut dengan harapan bisa dipatuhi.

Diakuinya, merokok menjadi isu yang sangat penting juga menyangkut kenyamanan bahkan keselamatan penumpang.

Bagaimana mengurangi bahaya paparan asap rokok terutama bagi yang tidak merokok namun terkena dampak paparan asap rokok.

Gunatra menegaskan, untuk penerapan KTR di lingkungan kerja perkantoran OPD, sudah dijalankan dengan baik.

Bahkan, telah disediakan tempat untuk merokok sehingga tidak sembarangan merokok

"Kedua untuk fasilitas publik ini yang kita bina, perlu diketahui kita tidak punya terminal karena di Terminal Ubung kini menjadi wewenang Pemkot Denpasar sedangkan Terminal Mengwi masuk kewenangan pusat," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved