Pemilu 2019

Tak Ada TPS di Bandara Ngurah Rai, Manajemen Siapkan Langkah Ini untuk Pencoblosan Rabu Nanti

Haruman Sulaksono saat dihubungi Tribun Bali mengatakan tidak disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bandara Ngurah Rai

Tak Ada TPS di Bandara Ngurah Rai, Manajemen Siapkan Langkah Ini untuk Pencoblosan Rabu Nanti
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin (30/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemilu 2019 tinggal dua hari lagi, tepatnya Rabu (17/4/2019).

Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang pesta demokrasi lima tahunan ini.

Tak terkecuali di Bali.

Penyebaran logistik Pemilu 2019 di TPS-TPS se-Bali juga sudah mulai dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Bagaimana dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai?

Apakah akan ada TPS di lingkungan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai?

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Kantor Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono saat dihubungi Tribun Bali mengatakan tidak disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bandara nomor satu di Bali ini.

Baca: Ini yang Wajib Dibawa Pemilih yang Berpindah TPS

Baca: Laki-laki Banjar Adat Suter Wajib Ditindik, Berkaitan Aturan Masuk Pura Tulukbiyu

“Di bandara tidak ada TPS. Namun kami sudah diberikan data TPS-TPS terdekat di sekitar bandara. Dan ini akan kami informasikan kepada penumpang agar dapat tetap mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya,” ungkap Haruman, Senin (15/4/2019) di Kuta.

Lantas bagaimana dengan seluruh karyawan AP I Bandara Ngurah Rai melakukan pencoblosan?

Haruman menyampaikan pihaknya sudah memiliki mekanisme terkait pencoblosan bagi karyawan AP I Bandara Ngurah Rai, agar tidak mengganggu operasional bandara saat ditinggalkan mencoblos.

“Kami sudah mengatur agar semua karyawan bisa melakukan kegiatan dengan baik dan operasionalitas bandara tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, terpisah pagi tadi Polda Bali menggelar apel pengamanan Pemilu 2019.

Apel Kesiapan Pergeseran Personel dalam rangka Pengamanan Pemilu 2019 berlangsung di halaman Mapolda Bali, Senin (15/4/2019).

Baca: Tangis Keluarga Iringi Penyatuan Kepala Guru Honorer dengan Badan di Kuburan, Makam Lebih Panjang

Baca: Bagaimana Jika Masih Ada yang Belum Mencoblos Setelah Pukul 13.00?

Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menginstruksikan kepada jajaran di Polda Bali hingga seluruh kabupaten/kota untuk melakukan pengamanan Pemilu 2019 agar berjalan aman, nyaman dan menciptakan situasi kondusif.

Beredar informasi beberapa wilayah Bali masuk zona rawan Pemilu 2019, Kapolda Bali yakin Pemilu 2019 di Bali akan berlangsung aman.

"Kalau sebelumnya, dari indeks kerawanan Pilgub yang lalu, sampai dengan 2017 itu kita dianggap daerah rawan, sekarang kita tidak jadi daerah rawan lagi," ujarnya.

Bahkan, disebutkan Golose, Bali masuk daftar provinsi teraman kedua di Indonesia setelah Kalimantan Utara, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

"Indeks ini ditentukan baik dari Bawaslu maupun Mabes Polri. Saat ini menurut penilaian Bawaslu, Bali urutan kedua teraman di seluruh Indonesia sesudah Kaltara," terangnya.

Usai pelaksanaan apel tersebut, Golose dan pejabat utama Polda Bali melakukan pengecekan kesiapan anggota.

Pengecekan tersebut mulai dari ransel, tongkat polisi, mantel, jaket hingga senter untuk pengamanan di TPS seluruh Bali.

Sementara itu, personel yang diturunkan untuk mengamankan Pemilu 2019 akan disiapkan dan mulai bertugas Selasa (16/4/2019) hingga Kamis (18/4/2019). (Zae/Riz)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved