Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pemilu 2019

Sekitar 252 Pegawai dan Pasien di RSD Mangusada Kecewa Tak Bisa Nyoblos di TPS Terdekat

Puluhan pegawai Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada kecewa lantaran tidak dapat menggunakan hak pilihnya di Rumah Sakit.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/ I KOMANG AGUS ARYANTA
Made Evi Tursina Sari (kiri) berkumpul dengan rekannya saat dinyatakan tidak dapat menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019). Beberapa pegawai mengantrai saat TPS di RSD Mangusada dibuka, Rabu (17/4/2019). 

Sekitar 252 Pegawai dan Pasien di RSD Mangusada Kecewa Tak Bisa Nyoblos di TPS Terdekat

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Puluhan pegawai Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada kecewa lantaran tidak dapat menggunakan hak pilihnya di Rumah Sakit.

Padahal Rumah Sakit plat merah tersebut sudah memfasilitasi untuk pencoblosan, hanya saja surat suara yang dibawa oleh TPS terdekat hanya sedikit.

Dari pantauan Tribun-Bali.com di lapangan antusias pegawai untuk menggunakan hak pilihnya sangat tinggi.

Bahkan tercatat sebanyak 67 pegawai sudah didaftarkan RSD Mangusada ke KPU Badung.

Selain pegawai, semua pasien yang dirawat di RSD Mangusada yang jumlahnya diperkirakan sekitar 200 orang juga tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Sebenarnya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat, yakni TPS 29 yang terletak di Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Mengwi telah melakukan pemungutan suara di rumah sakit.

Baca: Gegara Ini, Bawaslu Jembrana Sebut Potensi Besar Pungutan Ulang di TPS 4 Loloan Timur

Baca: Ini Perhitungan Suara Jokowi-Amin di TPS Amien Rais Mencoblos

Baca: CATATAN Bawaslu Bali di Hari Pencoblosan, TPS Buka Jam 9, Money Politic hingga Ricuh di TPS 21 Kuta

Baca: Ketatnya Perolehan Suara di TPS para Capres dan Cawapres, Ini Perhitungannya

Bahkan pemungutan surat suara pun dilakukan di Gedung VIP RSD Mangusada.

Sayangnya pembukaan TPS yang dibuka, hanya terdapat 15 surat suara sehingga pegawai yang sudah memiliki C6 atau surat undangan memilih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Seorang pegawai medis, Made Evi Tursina Sari mengaku kecewa, lantaran tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Pasalnya pihaknya sudah terdaftar, namun tidak dapat memilih lantaran kekurangan surat suara.

“Sangat disayangkan, padahal semua teman-teman ini ingin menggunakan hak pilihnya. Namun dikatakan surat suara sudah habis,” jelasnya.

Pihaknya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, pasalnya banyak pegawai yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya. “iya semoga tidak terulang,” tambahnya.

Dewi Agustini, yang merupakan perawat di RSD Mangusada juga mengaku kesal dan kecewa.

Dirinya kecewa lantaran namanya telah didaftarkan, dan dijanjikan akan mendapatkan hak suara, namun tidak dapat memilih.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved