TERUNGKAP, Ini Penyebab Utama Kebakaran di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Kerugian Rp 4 M

TERUNGKAP, Ini Penyebab Utama Kebakaran di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Kerugian Rp 4 M

TERUNGKAP, Ini Penyebab Utama Kebakaran di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Kerugian Rp 4 M
dokumentasi BPBD Badung
Petugas tengah memadamkan api yang berkobar di area dalam bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (19/4/2019) sore.Tim Damkar dari pos Kunti, Majapahit, Kuta Selatan pun diluncurkan ke lokasi, bahkan pos dari damkar Mengwi juga ikut turun. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Insiden kebakaran yang terjadi di area Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Jumat 19 April 2019 kemarin dipastikan akibat adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

Hal ini disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, Minggu (21/4/2019) sore di Gedung Wisti Sabha ruang rapat Jepun Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai didampingi Ka Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Pol Nyoman Sukena.

Hadir juga General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Kasubid Fisika Komputer Forensik Labfor Cabang Denpasar, AKBP Anang Kusnadi, GM AirNav Indonesia Cabang Denpasar dan stakeholder Bandara lainnya.

Baca: UPDATE: 137 Orang Tewas Dalam Aksi Bom 3 Gereja dan Hotel Saat Umat Nasrani Rayakan Paskah

“Dari hasil olah TKP Puslabfor bersama Polresta Denpasar analisa pertama lokasi api pertama kebakaran berada di dalam ruang panel MR 102. Tepatnya pada panel PPG 1.2,” jelas Kombes Ruddi.

Kombes Ruddi menambahkan saat itu terjadi kegagalan Miniature Circuit Breaker (MCB) panel PPG 1.2 sehingga terjadi akumulasi panas pada kawat terminal MCB lalu kawat meleleh dan terjadi hubungan singkat arus listrik.

Menimbulkan percikan bunga api listrik yang membakar MCB dan kabel instalasi lainnya kemudian merambat diatas panel room MR102 plafon ruang check in domestik dekat ATM Center di dalam area terminal keberangkatan domestik.

Baca: Ketua KPPS Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar, Stres Ambil Golok Lalu Tusuk Perut

“Jadi penyebab api kebakaran adalah hubungan singkat listrik atau short circuit pada Terminal MCB fase M. Itu hasil dari pemeriksaan Labfor forensik Mabes Polri cabang Denpasar,” ungkap Kombes Ruddi.

Sementara itu Ka Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Pol Nyoman Sukena menyampaikan hasil analisa tim kami maka dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya api pertama dalam kebakaran Ini adalah adanya hubungan singkat listrik atau yang kita sering sebut dengan short circuit.

“Dapat kita pastikan semuanya ini adalah masalah listrik yaitu adanya hubungan singkat listrik atau yang sering disebut korsleting,” tutur Kombes Sukena.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono menyampaikan saat ini pihaknya tengah mempercepat proses perbaikan terhadap area yang terdampak kebakaran.

“Ditargetkan malam ini sudah finalisasi dan besok pagi seluruh counter check in sudah dapat beroperasi penuh dari sebelumnya saat ini yang hanya 22 counter check in. Sementara perbaikan plafon dan instalasi listrik kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu karena bahan baku yang dibutuhkan banyak,” jelas Haruman.

Saat disinggung mengenai total kerugian yang dialami PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman menyampaikan kerugian mencapai Rp 4 miliar.

“Perkiraan angka berkisar Rp 4 miliar kurang lebih. Dan kami sudah siapkan anggaran untuk melakukan recovery perbaikan agar fungsi terminal domestik ini bisa berjalan seperti semula,” ungkap Haruman.

Dimana kerugian tersebut mulai dari instalasi listrik, plafon yang jebol terbakar, 4 unit mesin x-ray yang masih belum dilakukan pengecekan, access point WiFi dan lain-lain.

Lokasi di area yang diduga menjadi penyebab insiden kebakaran di terminal keberangkatan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai kini ditutupi triplek yang melintang di ATM Center hingga ke dalam terminal.

Penumpang yang memasuki terminal keberangkatan domestik pun harus bersabar sedikit menutup hidung ataupun tetap menghirup bau hangus yang masih tercium menyengat.

“Guna mengurangi bau angus akibat insiden kebakaran kemarin, kita pasangi 8 blower. Blower itu dari PPK untuk menyedot bau angus yang dirasakan cukup menyengat di area counter check ini,” jelas Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.

Arie menyampaikan dan menduga bau angus tersebut berasal dari asap akibat kebakaran kemarin menempel di diffuser yang terintegrasi di terminal sehingga baunya masih cukup menyengat pasca 3 hari insiden kebakaran terjadi.

“Dampak dari alat-alat difuser dan AHU akan diganti ulang atau diganti baru semuanya. Dan kurang lebih butuh waktu dua minggu,” ungkap Arie.

Dari pantauan Tribun pun sejumlah petugas berjibaku merenovasi plafon-plafon yang sebelumnya jebol dan terbakar akibat insiden kebakaran pada Jumat petang lalu.

Saat disinggung mengenai pengoperasian counter check in 23 sampai 62 yang hingga saat ini belum dioperasikan oleh maskapai AirAsia dan Lion Air Group.

Arie menjawab diusahakan Senin 22 April 2019 esok counter check in tersebut sudah dapat dioperasikan.

“Untuk counter check in kami upayakan besok pagi seluruh counter check in yang tidak diaktifkan (counter check in 23-62) sudah diaktifkan. Mengenai maskapai apa saja nanti yang akan pindah kembali ke terminal domestik akan diinfokan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan kemungkinan besok pagi baru dapat mengoperasikan atau mengaktifkan 10 counter check in dari sebelumnya counter check in 01-22. Atau menjadi 32 counter check in beroperasi besok. 

“Kalau masih ada yang diselidiki lebih lanjut mengenai server. Mungkin kita akan menambah 10 counter check in atau menjadi 32 counter check in,” tambahnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved