Pementasan Calonarang di Banjar Pengaji, Anak-anak Berebut Jadi Bangke Matah & Hadapi Risiko Ini

Tak banyak yang berani melakoni peran ini, lantaran taruhannya nyawa. Sebab seseorang yang menjadi bangke matah, kerap menjadi incaran penekun ilmu

Pementasan Calonarang di Banjar Pengaji, Anak-anak Berebut Jadi Bangke Matah & Hadapi Risiko Ini
Dok/ist
Calonarang-Watangan matah di Desa Pakraman Pengaji saat pementasan Calonarang di Pura Dalem Pengaji, Kamis (11/4/2019). 

Tak tanggung-tanggung, watangan ini ditinggal sendirian dalam jarak 1 kilometer (km).

Biasanya keselamatan seorang watangan matah juga dijamin oleh balian (dukun), di Banjar Pengaji sama sekali tak pernah menggunakan balian.

Prajuru Desa Pakraman Pengaji, Wayan Suandi, saat ditemui di rumahnya, Senin (22/4) mengatakan, setiap odalan di Pura Dalem maupun Pura Puseh, krama setempat selalu mengadakan pementasan calonarang.

Pementasan ini selalu berisi watangan matah, yang diperankan anak-anak yang masih duduk di bangku SD.

“Kalau ada calonarang, anak-anak selalu berebut jadi watangan. Bahkan sampai mengadakan poling,” ujarnya.

Menurut Suandi, antusiasme anak-anak setempat menjadi watangan matah sudah terjadi sejak dulu, bahkan saat Suandi sendiri masih anak-anak.

Baca: Benjolan di Leher Lucinta Luna Mendadak Jadi Perhatian Saat Cekcok dengan Deddy Corbuzier, Jakun?

Namun sayangnya, Suandi tidak pernah lolos dalam poling, lantaran saat masih SD, fisiknya relatif gemuk.

“Saya dulu juga selalu daftar, tapi tidak pernah lolos karena waktu kecil tubuh saya besar. Biasanya yang dipilih itu yang butuhnya kecil, kurus supaya mudah diarak,” ujarnya lalu tersenyum.

Suandi menegaskan, dalam hal ini Desa Pakraman Pengaji sama sekali tak pernah melibatkan balian. Mereka hanya percaya pada Ida Bhatara Sesuhunan.

“Balian tidak ada yang berani masuk ke sini, di sini nyungsung pelinggih Bali Aga dan Bali Mula. Memang dari dulu tidak pernah pakai balian. Dulu ada penari Pandung yang pakai pekakas, saat menari langsung pungkat. Ada juga yang ke pura bawa sesabukan, langsung utah mising,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved