'Mother of Satan', Bom Mengerikan Yang Dipakai ISIS saat Beraksi di Surabaya Hingga Sri Lanka

Serangan teror di Barcelona dan Manchester pada 2017 silam, juga diduga kuat menggunakan ledakan mother of satan.

'Mother of Satan', Bom Mengerikan Yang Dipakai ISIS saat Beraksi di Surabaya Hingga Sri Lanka
(Ishara S Kodikara/AFP)
Personel keamanan Sri Lanka berjalan diantara mayat-mayat yang terkena ledakan di gereja St Anthony's Shrine, setelah ledakan menghancurkan bangunan yang terletak di Kochchikade, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). 

Namun tidak disebutkan secara pasti apakah berasal dari sumber yang sama.

Mother of satan adalah sebutan dari peroksida aseton yang berbahan baku triacetone tripexide (TATP), bom ini akan meledak jika terkena panas gesekan atau goncangan.

Mother of satan ditemukan pada tahun 1895 oleh Richard  Wolffenstein, dibuat dari bubuk putih yang memiliki bau khas.

Bom ini juga mengandung nitrogen.

Namun, sifatnya yang tidak stabil sering membuatnya meledak sebelum digunakan, dan juga digunakan dalam serangan teroris di beberapa wilayah.

Seperti diketahui, serangan teror di Barcelona dan Manchester pada 2017 silam, juga diduga kuat menggunakan ledakan mother of satan.

Kemudian, rentetan aksi peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Mei 2018 silam juga disoroti sebagai peledakan bom di tiga gereja disinyalir menggunakan mother of satan.

Terbaru adalah, serangan pada 8 lokasi di Sri Lanka, termasuk gereja dan hotel, dikonfirmasi juga menggunakan bahan peledak sama mother of satan.

Fakta lain juga mengungkat, bom jenis ini juga digunakan olek kelompok militan ISIS dan Irak.

Anehnya semua serangan semacam ini diklaim oleh ISIS. (*) 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved