Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WIKI BALI

TRIBUN WIKI – Miliki 7 Keajaiban, Inilah Sapi Bali Beserta Keunggulannya,

Menurut Guru Besar Genetikan Hewan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, Mrur.Sc mengatakan, ada tujuh

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
NET
Sapi Bali di kebun sawit di Malaysia. Ciri khas sapi Bali, bagian belakang tubuh di bawah ekor terlihat bulatan putih (seperti cermin). Kaki bagian bawah seperti pakai kaus kaki putih. Yang jantan berwarna hitam (tengah / panah), lainnya betina warna coklat. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sumber daya genetik atau yang biasa disebut dengan plasma nutfah, dalam hal ini sapi Bali, memang menjadi kebanggaan bagi daerah Bali sendiri.

Oleh karena itu, pelestarian plasma nutfah sapi Bali ini terus dilakukan oleh Unit Pelaksana Tugas Balai Inseminasi Buatan Daerah (UPT BIBD) Provinsi Bali yang berada di Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Sapi Bali merupakan salah satu jenis plasma nutfah bangsa sapi yang didomestifikasi di Pulau bali.

Sapi ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan sapi lain, seperti tingkat kesuburan yang mencapai 83%.

Selain itu juga mudah beradaptasi dengan iklim yang panas dan sapi Bali adalah tenaga kerja yang tangguh ketika turun ke sawah untuk membajak.

Lalu seperti apa ciri-ciri sapi Bali?

Seperti dilansir dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, berikut ciri-ciri sapi Bali.

Pada sapi Bali jantan maupun betina sejak lahir hingga berumur 1,5 tahun memiliki warna bulu sawo matang kemerahan.

Namun setelah berumur 1,5 tahun ke atas, warna bulu pada jantan berubah menjadi hitam hingga dewasa, sedangkan sapi betina tetap berwarna merah.

Warna hitam dapat berubah menjadi merah bata jika dikastrasi, karena pengaruh hormon testosteron dan warna bulu sapi betina tidak akan berubah.

Baca: Tak Penuhi Standar, Daging Sapi Bali Belum Diterima oleh Hotel dan Restoran

Baca: Pemprov Bali Upayakan Pelestarian Plasma Nutfah Sapi Bali

Pada punggung sapi Bali akan selalu ditemukan garis belut, yaitu bulu hitam yang membentuk garis memanjang dari gumba hingga pangkal ekor, dan ini akan ditemukan pada sapi jantan maupun betina.

Selain itu bulu pada kaki yang berada di bawah persendian karpal dan tarsal berwarna putih.

Warna bulu putih juga terdapat pada bibir bagian atas dan bawah, ujung ekor dan tepi daun telinga.

Terkadang juga akan dijumpai di antara bulu badan yang berwarna coklat, berupa bintik putih.

Namun ciri ini merupakan penyimpangan genetik yang hanya berkisar 1% dari populasi.

Kulit berwarna putih juga akan dijumpai pada bagian pantat dan paha bagian dalam berbentuk oval (white mirror).

Ciri yang kedua yakni, sapi Bali mempunyai ciri badan berukuran sedang dan bentuk badan yang memanjang, kepala agak pendek dengan dahi datar.

Selain itu badan sapi Bali juga padat dengan dada yang dalam serta tidak berpunuk dan seolah tidak bergelambir.

Sapi Bali berkaki ramping, agak pendek menyerupai kaki kerbau, cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya berwarna hitam.

Baca: Ini Kalkulasi Keuntungan Ternak Sapi Bali yang Tak Banyak Diketahui Anak Muda Bali

Baca: Alasan Ini Jadi Dasar Bupati Klungkung Ingin Nusa Penida Jadi Wilayah Sumber Bibit Sapi Bali

Tanduk pada sapi Bali jantan tumbuh agak keluar kepala, sebaliknya untuk betina tumbuh condong ke dalam.

Di samping ciri-ciri tersebut, Sapi Bali juga dinilai mempunyai berbagai macam keajaiban.

Menurut Guru Besar Genetikan Hewan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, Mrur.Sc mengatakan, ada tujuh keajaiban pada Sapi Bali.

Keajaiban itu dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Dapat Bertahan pada Kualitas Pakan Rendah

Sapi Bali dapat bertahan pada kondisi lingkungan marjinal dengan kualitas pakan yang rendah dan memiliki persentasi karkas tertinggi (bahkan tertinggi di dunia).

2. Warna Kaki dan Pantat Putih 

Sapi Bali juga merupakan salah satu dari sedikit bangsa sapi di dunia yang warna kaki bagian bawah dan daerah seputar pantatnya berwarna putih (gen pengatur pola warna ini hanya ada di Sapi Bali).

3. Warna Jantan dan Betina Tidak Sama saat Dewasa

Sapi Bali juga satu-satunya sapi domestik yang warna jantan dan betinanya sama pada saat lahir tetapi berbeda pada saat dewasa.

4. Memiliki Nenek Moyang yang Masih Hidup

Sapi Bali masih memiliki nenek moyang yang masih hidup dan satu-satunya sapi di dunia yang memiliki keunikan pita hemoglobin.

5. Miliki Penanda HEL9 dan INRA 35 DNA mikrosatelit

Sapi Bali juga memiliki penanda HEL9 dan INRA 35 DNA mikrosatelit sebagai penciri khasnya, dan satu-satunya bangsa sapi yang memiliki penyakit khusus yaitu di Jembrana.

Baca: Sapi Bali Unggul dengan Sistem IVMS di Lombok Utara

Baca: Ironis, Sapi Bali Justru Jadi Tamu di Tempat Asalnya dan Malah Diburu Konsumen Luar Bali

6. Keturunan Langsung dari Banteng

Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, Mrur.Sc mengatakan sapi Bali merupakan keturunan langsung dari Banteng yang masih hidup di Taman Nasional Ujung Kulon dan Baluran.

"Ini membuka peluang bagi pembuktian teori evolusi dan sejarah domestikasi ternak,” kata dia dalam konferensi pers pra orasi di Kampus IPB Baranangsiang (19/4/2018) seperti dilansir dari tribunnewsbogor.com.

7. Digolongkan Menjadi Bangsa Sapi Tersendiri

“Karena keunikannya ini, maka Sapi Bali menurut taksonomi digolongkan sebagai bangsa sapi tersendiri yaitu Bos sondaicus atau Bos javanicus yang berbeda dengan Bos taurus (sapi Eropa) dan Bos indicus (sapi Asia Timur),” imbuhnya.

Keunikan-keunikan ini menjelaskan bahwa sapi Bali merupakan warisan nenek moyang yang sangat berharga

Selain itu sapi Bali juga dapat menjadi andalan dalam pemenuhan kebutuhan daging nasional.

Peternakan rakyat dengan ternak lokalnya berperan dalam pemenuhan gizi dan pengurangan masalah malnutrisi.

Tetapi saat ini yang terjadi adalah tidak ada program konservasi bagi lebih dari 75 persen bangsa ternak yang terancam punah.

Baca: Diduga Tilep Dana Hibah Bantuan Sapi, Suwecana Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Baca: Pakan Sapi Dianggarkan Rp 3,1 M, Gelar Tender untuk Kebutuhan Pakan di Desa Sobangan

Penyebabnya, kata dia, adalah erosi genetik.

“Terjadi persilangan yang tidak terkendali melalui Inseminasi Buatan (IB) dan salah persepsi terkait produktivitas ternak lokal. Swasembada daging tidak akan pernah terwujud jika tidak dilakukan langkah ekstrem dalam pembibitan sapi sebagai tulang punggung penyedia ternak bakalan untuk ternak potong,” imbuhnya.

“Perlu perubahan visi dari swasembada daging sapi menjadi swasembada protein hewani,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M. Kes menjelaskan, sapi Bali memiliki dwiguna atau dwifungsi, yaitu sebagai pedaging dan bibit.

Dirinya menilai, bibit sapi Bali hingga saat ini jika diambil orang luar Bali ketersediannya masih kurang, begitu pula pada daging.

"Seharusnya sangat berpotensi sekali sapi Bali ini dikembangkan," jelasnya saat ditemui Tribun Bali di Rumah Sakit Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Unud pada Selasa (18/12/2018) lalu.

Sulitnya sapi Bali ini berkembang, dilihat oleh Prof. Suwiti, dikarenakan semakin menurunnya minat generasi muda untuk memelihara sapi.

"Itu yang saya lihat," celetuknya.

Oleh karena itu, dirinya pun menilai Pusat Kajian Sapi Bali selanjutnya harus mengubah pola pikir yang harus didukung pemerintah dan peternak.

Jika pemeliharaan sapi dikerjakan dalam konsep bisnis sebenarnya sangatlah menjanjikan.

Hal itu Prof. Suwiti lihat dari berbagai potensi yang bisa dikembangkan dalam bisnis sapi.

Misalnya, fesesnya bisa digunakan untuk pupuk sedangkan urinenya bisa dipakai untuk keperluan energi.

"Dalam satu hari saja, seekor sapi bisa mengeluarkan 25 liter urine. Itu kalau dijual Rp. 25 ribu itu per hari. Mungkin belum dipikirkan," kata dia.

Namun dirinya belum bisa menjelaskan berapa ekor sapi yang layak untuk kegiatan berbisnis karena pihaknya belum pernah melakukan kejian terkait hal tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved