Dharma Wacana

Bagaimana Hari Otonan Anak Lahir Dini Hari? Begini Penjelasan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

Banyak orangtua yang bingung atau keliru menentukan otonan (hari lahir) anaknya, yang terlahir dini hari antara pukul 00.01 hingga pukul 05.00 Wita.

Bagaimana Hari Otonan Anak Lahir Dini Hari? Begini Penjelasan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM, -- Banyak orangtua yang bingung atau keliru menentukan otonan (hari lahir) anaknya, yang terlahir dini hari antara pukul 00.01 hingga pukul 05.00 Wita.

Hal tersebut disebabkan sebagian besar kegiatan dilakukan menggunakan perhitungan universal (masehi), di mana pergantian hari diasumsikan setelah lewat pukul 00.00 atau jam 12 malam.

Perlu kita ketahui, otonan dalam bahasa agama Hindu di Bali disebut dengan sarira samskara atau dalam aspek ritualnya disebut manusa yadnya.

Ketika berbicara mengenai upacara, pastilah kita tidak bisa terlepas dari infrastruktur agama, yakni tantra, yantra, mantra, mandala, dan kala.

Kala atau waktu merupakan aspek penting, karena waktu adalah perputaran, yang di dalam bahasa agama Hindu di Bali disebut dengan wariga (hari).

Dari wariga, lahirlah padewasaan.

Jadi, terkait ritual manusa yadnya, dalam hal ini otonan, setiap manusia itu membawa dewasa-nya masing-masing karena sudah ditentukan oleh hari kelahirannya.

Tapi sekarang banyak masyarakat yang bingung atau bahkan keliru menentukan harinya. Kenapa? Karena saat ini masyarakat lebih banyak mengenal waktu secara universal.

Dipikirnya, setelah pukul 00.00 atau lewat jam 12 malam, hari sudah berganti.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved