10 Fakta Tentang Kelompok Berbaju Hitam di Hari Buru & Logo A Dalam Lingkaran, Apa Motifnya?

Diketahui dari data sementara, massa berbaju hitam tersebut berjumlah 619 orang, yang terdiri dari 605 pria dan 14 wanita.

10 Fakta Tentang Kelompok Berbaju Hitam di Hari Buru & Logo A Dalam Lingkaran, Apa Motifnya?
Instagram/Warung_Jurnalis
Massa Berbaju Hitam yang berbuat rusuh saat Peringatan Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5/2019) 

Di antaranya, senjata tajam, cat semprot, double stick, dan minuman berakohol.

Padahal di antara mereka masih duduk di bangku SMA dan SMP.

7. Coret Tubuh

Setelah diamankan, polisi kemudian menyuruh seorang di antara mereka untuk mencoreti tubuh masing-masing dengan cat semprot yang mereka bawa.

Oleh sebab itu terlihat noda merah di punggung massa berbaju hitam.

8. Berawal dari Medsos

Salah anggota kelompok berbaju hitam mengaku hanya mengikuti ajakan untuk memperingati Hari Buruh.

"Saya lihat di media sosial, ada ajakan untuk memperingati Hari Buruh di Gedung Sate. Berkumpul di Taman Cikapayang," ucap Andri Septiana (18), pemuda asal Ciroyom saat diinterogasi polisi di halaman Mapolrestabes Bandung.

Menurut pengakuannya, Andri sengaja datang karena ingin berkumpul saja kemudian berjalan kaki ke Gedung Sate untuk bergabung dengan serikat pekerja yang memperingati May Day.

Dalam ajakan yang diunggah di media sosial, mereka diharuskan mengenakan serba hitam.

"Ajakan di media sosialnya mengenakan dress code warna hitam, saya enggak tahu maksudnya apa. Tapi ajakannya memang untuk memperingati May Day," katanya.

Hal yang sama diutarakan oleh Kiki Hidayah, warga Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung.

"Kalau saya kumpulnya di Monumen Juang, pakai pakaian warna merah. Tujuannya ya ikutan Hari Buruh, kan sekarang tanggal merah. Jadi sama-sama ikut merayakan Hari Buruh," katanya.

9. Arti Simbol

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, massa berbaju hitam itu membawa cat semprot serta bendera hitam berlogo huruf A dalam lingkaran.

Rupanya, cat semprot itu digunakan oleh massa berbaju hitam untuk mencoreti dinding dan fasilitas umum.

Beberapa di antara mereka juga membawa kertas tebal yang dipotong-potong dengan tulisan, "Kenapa polisi berhak mukul."

Mereka mencoreti dinding bangunan dengan tulisan happy may day, lambang A dalam lingkaran.

Selain itu, mereka juga mencoreti mobil yang terparkir di pinggir jalan dengan gambar tak senonoh.

Massa berbaju hitam itu indentik dengan bendera hitam berlogo A dalam lingkaran.

Sebenarnya apa arti dari logo A dalam lingkaran itu?

Mengutip dari Franz Magnis Suseno dalam buku berjudul Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, bendera hitam dan huruf A identik dengan kelompok anarki.

Mikhail Bakunin merupakan tokoh utama dari gerakan anarki yang terjadi pada 1814-1876.

Ia terlahir sebagai bangsawan Rusia yang sebagian besar hidupnya tinggal di Eropa Barat.

Selama hidupnya, Bakunin ikut serta dalam berbagai pemberontakan di Eropa dan memimpin kelompok anarkis dalam Internasional I dan sering terlibat pertengkaran hebat dengan Karl Marx, tokoh ajaran Marxisme.

Sejak Bakunin, anarki kerap disamakan dengan tindakan kekerasan.

Dalam pandangan politiknya, anarki menolak segala bentuk negara dalam arti lembaga pusat masyarakat dengan wewenang dan kemampuan untuk memaksakan ketaatan masyarakat pada aturan.

Di buku tersebut tertulis cita-cita anarkisme, yakni anarkhia, sebuah keadaan tanpa kekuasaan pemaksa.

Awalnya anarki identik dengan bendera hitam.

Kemudian, di tahun 1860-an, kelompok anarki mulai menggunakan huruf A setelah dibuat oleh Giuseppe Fanelli.

Simbol huruf A itu pertama kali digunakan oleh Dewan Federal Spanyol International Workingmens Association.

10. Dibotaki

Massa berbaju hitam yang diamankan oleh polisi dibotaki sebagai bentuk pembinaan.

Diketahui, anggota kelompok tersebut ada yang masih di bawah umur.


Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul 10 Fakta Ricuh Massa Baju Hitam di Hari Buruh, Bawa Cat dan Minuman Beralkohol, Apa Motif Mereka?

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved