Simpang Ring Banjar

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956

Warga Banjar Ole khususnya anak-anak hingga remaja memilih untuk melestarikan sebuah permainan tradisional yakni megandu

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956
Banjar Ole
Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956 

Permainan ini sudah dimainkan sejak 1956 silam.

Megandu merupakan permainan spontanitas yang memang dilaksanakan di sawah saat sehabis panen padi.

Baca: Cita Rasa Khas Badung Utara, Nikmati Kopi Plaga di Toosi Coffee

Baca: TRIBUN WIKI - 26 Daftar Nama Tersangka Bom Bali I

"Ini merupakan permainan yang tetap dilakukan secara turun temurun. Menurut leluhur tiang terdahulu, permainan ini sudah dimainkan sejak 1956 silam," ujar Weda.

Permainan tradisional asli Banjar Ole ini tampil pertama di Art Centre pada 1998 lalu.

Hal itu terus berkelanjutan hingga tahun 2000.

Namun semenjak tahun 2003 ia tak kunjung mendapat panggilan untuk tampil di Art Centre serangkaian acara Pesta Kesenian Bali (PKB).

Setelah lama vakum, ia pun berinisiatif untuk membuat sebuah acara yang bernama Festival ke Uma yang juga memainkan permainan tersebut pada 2017 lalu.

Hingga saat pada 2018 lalu, permainan tradisional megandu akhirnya dipentaskan kembali di Art Centre, Denpasar.

"Memang sempat tidak dimainkan beberapa tahun setelah sekitar tahun 2003, tapi kami coba untuk membangkitkan kembali lewat Festival ke Uma di sini (Banjar Ole) hingga pentas kembali di Art Centre pada acara PKB tahun 2018," tuturnya.

Cara memainkannya tidak sulit.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved