Simpang Ring Banjar

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956

Warga Banjar Ole khususnya anak-anak hingga remaja memilih untuk melestarikan sebuah permainan tradisional yakni megandu

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956
Banjar Ole
Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956 

Pertama adalah jumlah pemainnya minimal lima orang dan maksimal hingga hingga 20 orang.

Baca: Koster Programkan Bali Wajib Belajar 12 Tahun, Target Tuntas Empat Tahun Kedepan

Baca: Pencak Silat Bali Latih Tanding Lawan Jawa Timur, Ajang Evaluasi dan Asah Kemampuan

Jumlahnya pun bisa disesuaikan dengan tempat yang digunakan.

Setelah peserta lengkap, barulah mereka kemudian membuat sebuah alat berbentuk oval yang dinamakan telur gandu yang berasal dari lumpur yang kemudian digulung dengan jerami.

Jumlah telur gandu akan dibuat sesuai dengan berapa jumlah peserta.

Setelah pembuatan telor gandu selesai, barulah sebuah patok kayu ditancapkan di tengah areal sawah yang selanjutnya tali pelepah kelapa dibentangkan dengan ukuran 3-4 meter atau sesuai kesepakatan dan areal tempat bermain.

Setelah itu, barulah telur-telur gandu ini akan diletakkan tepat di bawah patok kayu yang telah dipasang.

Setelah semuanya siap meraka kemudian majangkit atau suit untuk menentukan satu orang yang akan bertugas menjaga telur-telur gandu jerami. 

Setelah ada satu orang yang terpilih, megandu pun bisa dimulai.

Sistem permainannya yakni bola jerami yang terkumpul di tengah lingkaran ibarat telur yang harus dijaga oleh pemiliknya.

Pemiliknya adalah mereka yang terpilih saat majangkit.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved