Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nepal Terjunkan Tim Pembersih Gunung Everest, Temuan Mereka Sungguh di Luar Dugaan

Sebuah tim pembersih yang dikirimkan ke Gunung Everest menemukan sesuatu yang di luar dugaan.

Editor: DionDBPutra
kompas.com
Pendaki dari berbagai negara turun menuju Camp 4 usai mencapai puncak Gunung Everest (8,850 meter), 18 Mei 2013. Mei adalah bulan yang paling populer untuk pendakian Everest karena cuaca yang lebih menguntungkan. 

Nepal Terjunkan Tim Pembersih Gunung Everest, Temuan Mereka Sungguh di Luar Dugaan

TRIBUN-BALI.COM, KATHMANDU - Sebuah tim pembersih yang dikirimkan ke Gunung Everest menemukan sesuatu yang di luar dugaan.

Mereka dilaporkan sudah mengumpulkan sampah dalam jumlah sangat besar dalam dua pekan pertama. Bahkan mereka juga menemukan empat jenazah.

Pendakian komersial yang sudah digelar selama bertahun-tahun membuat gunung tertinggi dunia itu dicemari sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki.

Tenda neon, peralatan pendakian yang dibuang, tabung gas kosong, hingga kotoran manusia ditemukan sepanjang rute menuju puncak gunung yang berada di perbatasan China dan Nepal itu.

Di tengah musim pendakian 2019 yang dimulai April lalu, Nepal menerjunkan tim berisi 14 orang dengan tugas utama mengangkut 10 ton sampah dalam 1,5 bulan ke depan.

Baca: 26 Napi Asal Bali Diseret di Kerikil Saat Dibawa ke Nusa Kambangan, Willy Akasaka Cs Alami Kekerasan

Baca: Ucapan Mengejutkan Vanessa Angel dalam Sidang Prostitusi Online, Lawyer: Rian Subroto Sosok Fiktif

Diwartakan AFP dan CNN Kamis (2/5/2019), tim itu mengumpulkan sampah berjumlah 6.613 pounds atau sekitar 3,3 ton. Berat itu setara satu SUV atau kuda nil jantan dewasa.

Tim itu mengangkut kaleng kosong, botol, plastik, dan perlengkapan mendaki dari kamp pertemuan di tengah persiapan pendaki menaklukkan Puncak Everest.
Sebuah helikopter militer dikerahkan untuk membantu mengangkut sampah dengan tim Nepal itu diagendakan menuju ke lokasi selanjutnya guna melakukan pengumpulan.

"Kampanye tim pembersih baru saja dimulai dengan para anggota mulai menuju titik pendakian selanjutnya," terang Dandu Raj Ghimire, Kepala Badan Pariwisata Nepal.

Diberitakan The Himalayan Times, Ghimire menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengaturan makanan, air, hingga tempat berteduh untuk mempermudah tugas tim pembersih itu.

Tim itu kemudian dibagi menjadi dua dengan kelompok beranggotakan delapan orang melakukan tugas di Kamp 2 yang berada di ketinggian 6.400 meter.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 Mei 2019, Taurus Sukses Besar, Cancer Perlu Kerja Keras

Baca: Kisah Pasutri Selamatkan Buah Hati Sejak Dalam Kandungan, Saat Terlahir Tanpa Tempurung Kepala

Kemudian kelompok beranggotakan tiga orang berada di Kamp 3, sekitar 7.950 meter, dan bakal menghabiskan waktu selama 15 hari untuk membersihkan sampah dari tumpukan salju.

Selain itu, tim pembersih dilaporkan mengamankan empat jenazah yang ditemukan di ketinggian 8.848 meter. Pemanasan global diduga jadi faktor jenazah itu bisa ditemukan.

Menurut mantan Presiden Asosiasi Pendaki Nepal Ang Tshering Sherpa, pemanasan global membuat salju dan gletser yang ada di Everest mencair.

"Jenazah itu terlihat dan bisa ditemukan pendaki," katanya.

Baca: Makan Mi Instan dan Nasi Berbahaya Bagi Kesehatan! Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved