PDAM Gianyar Raih Penghargaan TOP BUMD 2019, Ungguli 1.148 PDAM Seluruh Indonesia
PDAM Gianyar menyabet penghargaan TOP BUMD 2019 Bidang Peningkatan Kinerja Keuangan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun selama ini banyak pelanggan yang mengeluhkan pelayanan PDAM Gianyar kecrat-kecrit atau ‘penjual angin’.
Namun tanpa disadari, PDAM Gianyar memiliki prestasi tingkat nasional.
Bahkan Selasa (30/4/2019) kemarin, PDAM Gianyar menyabet penghargaan TOP BUMD 2019 Bidang Peningkatan Kinerja Keuangan.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, Jumat (3/5/2019), penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Sultan, Jakarta.
Sebelum penghargaan tersebut diraih, ada sebanyak 1.149 BUMD se Indonesia, yang diseleksi hingga mengerucut menjadi 200 finalis, lalu mengerucut lagi menjadi 162 BUMD.
Baca: PLN Peduli Pendidikan, Berbagi Ilmu Ketenagalistrikan di Madrasah Ibtidaiyah Tariful Fuad
Baca: PHT 220 SB Speaker Bar, Mendengarkan Musik dan Menonton Film jadi Lebih Hidup
Ketua Dewan Juri TOP BUMD 2019, Profesor Laode M Kamaludin.
Ada dua kriteria yang dinilai dalam ajang ini, yakni kinerja terbaik dan membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dalam penilaian yang memenangkan PDAM Gianyar, dewan juri menggandeng sejumlah lembaga penilai dan konsultan, di antaranya Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; PPM Manajemen: Harvard Business Review – Intelektual Bisnis Community; Melani K Harriman Associates, dan lain-lain.
Dirut PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana membenarkan pihaknya mendapatkan penghargaan tersebut.
Menurut dia, penghargaan tersebut mengungkapkan kinerja PDAM Gianyar, sesuai dengan tujuan BUMD, yang bukan hanya meningkatkan laba perusahaan, tetapi keberadaan PDAM harus memberikan manfaat untuk pelayanan masyarakat dan juga memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.
Baca: Gedung SDN 1 Selat Bocor dan Plafon Jebol, Saat Musim Hujan Banjir Semata Kaki
Baca: Berpakaian Ibadah Juga Wajib Pakai Helm
Menurut Sastra, penghargaan yang diterima PDAM Gianyar tidak kali ini saja.
Pada penghujung tahun 2018, dirinya juga meraih penghargaan Indonesian Figure Executive and Profesional Achievement yang diselenggarakan oleh Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa.
Prestasi tersebut diraih karena sejak ia memimpin PDAM Giayar dari tahun 2011 sampai 2015 dengan kondisi keuangan yang sangat sulit, dimana kewajiban lebih besar dari ekuitas, dan memimpin kembali dari tahun 216 sampai sekarang.
Lalu, apakah penghargaan ini dapat memastikan pelayanan air PDAM Gianyar, yang masih kecrat-kecrit akan membaik?
Sastra mengatakan, penghargaan ada empat kategori.
Baca: Persiapan Porprov Bali 2019, IPSI Bali Ajak Jatim dan Bandung Latih Tanding
Baca: Jalan 688 Meter di Mendoyo Rusak, Pembangunan Rabat Beton Perlu Dana Sekitar Rp 166 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pdam-gianyar-raih-penghargaan-top-bumd-2019.jpg)