Perampok Apotek Kimia Farma di Denpasar Pilih Kabur saat Dilawan, Gus Adi Ungkap Ciri-cirinya Ini
Aksi perampokan dengan membawa senjata api ini berhasil digagalkan karyawan toko sebagaimana yang tampak dari kamera CCTV.
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Aksi percobaan perampokan terjadi di Apotek Kimia Farma di Jalan Teuku Umar Barat 26, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Minggu (5/5) dini hari sekitar pukul 01.24 Wita.
Aksi perampokan dengan membawa senjata api ini berhasil digagalkan karyawan toko sebagaimana yang tampak dari kamera CCTV.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Namun, aksi orang tak dikenal itu gagal karena ketahuan pelaku menggunakan pistol mainan.
"Dia mau minta uang dengan cara menodongkan senjata. Tapi pas didekati oleh penjaga toko, dia langsung lari.
Karena diketahui dari CCTV, senjatanya itu senjata mainan.
"Pas dia todongkan senjata, lalu didekati karyawan langsung lari dia. Dia takut juga, karena senjata yang dia bawa itu mainan," kata Kombes Pol Ruddi saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu, (5/5) siang.
Dia menyebut, tidak ada kerugian dalam peristiwa ini karena pelaku langsung kabur saat didekati.
Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat dini hari ketika suasana dalam keadaan sepi.
Pelaku, kata kapolsek, melancarkan aksinya dengan cara masuk ke dalam apotek lewat pintu utama.
Ia lalu meminta uang ke karyawan apotek dengan menodongkan senjata api (senpi) diduga jenis pistol.
"Sekitar pukul 01.24 Wita datang seorang laki-laki yang tak dikenal oleh saksi. Tiba-tiba pelaku langsung menodongkan pistol ke arah saksi Gede Dwi Putra. Selanjutnya saksi melakukan perlawanan dengan merebut senjata milik pelaku. Namum pelaku kabur dan tidak sempat mengambil barang atau uang di kasir," kata Nainggolan.
Nainggolan juga membenarkan bahwa senjata yang digunakan perampok tersebut adalah senjata mainan.
"Hasil lidik dari CCTV terlihat itu senjata mainan, karena pelaku sendiri langsung ketakutan begitu ditantang balik," ujarnya.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan Tribun Bali, salah seorang saksi kejadian, Gus Adi Yasa (29) menjelaskan, dini hari itu dia dan rekannya Gede Dwi Putra mendapat giliran kerja atau shift malam.
"Jadi kami kan shift malam, kami jaga berdua. Saat kejadian itu, teman saya di depan kasir dan saya sedang di belakang, ke toilet. Kemudian ada seseorang yang datang dengan menggunakan jaket lengkap, helm dan penutup wajah. Cuman terlihat matanya aja. Dia langsung mengacungkan senjata (sejenis senjata api) ke arah teman saya," ujar Gus Adi Yasa saat ditemui di lokasi kejadian.
Tak tinggal diam, lanjut Gus Adi Yasa, Gede berusaha melawan dengan langsung menepis senjata tersebut dan berusaha merebutnya.
Ia pun langsung memanggil Gus Adi Yasa yang sedang berada di toilet.
Gus Adi Yasa yang mendengar teriakan temannya langsung menuju kasir.
Melihat korbannya berjumlah dua orang, perampok itu ciut nyali dan langsung melarikan diri ke arah barat menggunakan sepeda motor.
"Nah dari sana penjahatnya mulai ragu untuk merampok, lalu teman saya berteriak dan memanggil saya 'Gus.. Gus..' sehingga menuju saya ke depan. Saya datang dilihat sama perampoknya terus dia langsung lari. Senjatanya semacam pistol, tapi enggak tahu itu asli atau enggak. Yang jelas, senjatanya itu kecil dan dia beraksi sendiri," lanjut Gus Adi Yasa.
Diceritakan, perampok berpostur tinggi besar itu tidak mengucapkan sepatah katapun saat beraksi.
Ia hanya menodongkan senjata dan menggerakkan tangan menunjuk brankas kasir.
"Parkir agak jauh dari kami (Apotek Kimia Farma), gak di depan sini. Perampok juga tidak mengeluarkan kata-kata apa. Cuman ngasih tanda keluarin uang. Mulutnya juga tertutup dengan kain," tambahnya.
Meski sempat memberikan perlawanan, Gus Adi Yasa mengaku sebetulnya panik juga.
Sebab, kejadian seperti itu baru pertama kali dia dan rekannya alami.
"Kami kan shift malam dari jam 11 sampai jam 8 pagi. Ya sempat panik juga jaga berdua pas ada kejadian itu. Memang kondisi sudah sepi di sini. Ini pertama kali juga," tambahnya.
Berdasarkan hasil rekaman CCTV, perampokan bersenjata api itu dilakukan seorang diri.
Perampok berpostur tinggi besar itu tidak mengucapkan sepatah katapun saat beraksi, ia hanya menodongkan senjata dan menggerakkan tangan menunjuk brankas kasir.
Perampok nekat itu diketahui memakai jaket warna gelap, mengenakan helm dan bercelana khaki.(bus/riz)