Tender Proyek Sudah Dipastikan, Pembangunan Gedung Kanker RSBM Akan Digarap Mei Ini

Pembangunan gedung kanker milik Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) akan digarap pada 14 Mei 2019 nanti, pihak tender proyek sudah didapatkan.

Tender Proyek Sudah Dipastikan, Pembangunan Gedung Kanker RSBM Akan Digarap Mei Ini
Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor
Tampak depan RSUD Bali Mandara 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pembangunan gedung kanker milik Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) akan digarap pada 14 Mei 2019 nanti, pihak tender proyek pun sudah didapatkan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Bali Mandara, dr. Gede Bagus Dramayasa saat ditemui di RSBM Mandara siang tadi, Rabu (8/5/2019).

Dramayasa mengatakan, penggarapan bangunan gedung kanker akan dilaksanakan pada bulan Mei ini yang nanti juga dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster untuk meletakan batu pertama pembangunan tersebut.

"Tandernya sudah ada dari Tunas Jaya. Rencananya pada tanggal 14 Mei 2019 pukul 08.00 Wita, Bapak Gubernur Bali akan meletakan batu pertama pembangunan gedung kanker di lahan sisi barat gedung RSBM," ujarnya.

Dibangunnya gedung kanker serta perlengkapan alat canggih produksi dari Amerika dan Inggris ini, bertujuan agar dapat menambah fasilitas untuk pasien.

"Kenapa kita bikin gedung kanker ? Agar pasien lain tidak terlalu mengantre terlalu lama di rumah sakit lain," ujarnya.

Baca: Outsourcing Bikin Suram Masa Depan Pekerja, Organisasi Buruh Beri Masukan Raperda Tenaga Kerja

Baca: Sopir Truk Lihat Bayangan Putih Saat Melintasi Jalanan Buleleng, Ritual Dilakukan untuk Hal ini

Sebelumnya diketahui, data Tribun Bali yang dilansir pada (24/2/2019) pembangunan gedung kanker RSBM sempat ngaret.

Proyek dengan nilai pagu anggaran mencapai 105 miliar ini sudah memasuki tahap pengajuan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menyampaikan, saat ini semua persyaratan administratif pembangunan gedung unit pelayanan kanker ini sudah 100 persen siap.

''Semua persyaratan secara administratif sudah siap. Waktu itu memang masih tahap review sebelum masuk ke proses tender. Dan pihak Tunas Jaya yang sudah mendapatkan tender tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler.

Suarjaya mengungkapkan, memang ada kendala pada proses tender tahun lalu yang terganjal masalah perizininan sudah bisa dilengkapi.

Baca: Inilah Fasilitas Layanan Kesehatan yang Ada di Rumah Sakit Bali Mandara

Baca: Kadek Asti Tiap Pagi Sapu-sapu Kondom Bekas Pakai di Kawasan Renon, Tak Punya Etika Gituan di Sini

Kendala itu adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga izin penggunaan tenaga nuklir dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), saat ini sudah komplit.

"Proyek unit pelayanan khusus kanker ini menelan anggaran mencapai 105 Miliar. Terdiri dari anggaran pembangunan fisik sebesar Rp 56 miliar dan anggaran pembelian alat kesehatan (alkes) sebesar 49 Miliar," ujarnya

"Dengan adanya unit baru pelayanan kanker di RSBM diharapkan bisa menekan angka kasus kematian karena kanker di Bali. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebutkan, angka prevalensi kanker di Bali tahun 2018 meningkat hingga mencapai angka 2,3 per mil," ujarnya lagi. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved