WIKI BALI
TRIBUN-WIKI - 5 Bukti Peninggalan Sejarah Perkembangan Islam di Kampung Bugis, Serangan
Menurut penuturan warga Kampung Bugis, Serangan, Islam Kampung Bugis masuk ke Serangan pada abad ke-17.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Islam masuk di Bali diperkirakan pada abad ke-13 dan 14 melalui Kerajaan Gelgel.
Meskipun mayoritas penduduk Pulau Bali beragama Hindu, namun ternyata masyarakat Islam juga banyak terdapat di Pulau Bali.
Salah satunya yakni masyarakat muslim di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali.
Menurut penuturan warga Kampung Bugis, Serangan, Islam Kampung Bugis masuk ke Serangan pada abad ke-17.
Terdapat 5 situs peninggalan sejarah perkembangan Islam Kampung Bugis di Serangan.
1. Masjid As-Syuhada
Masjid As-Syuhada dibangun pada abad ke-17.
Sejak awal dibangun, Masjid As-Syuhada tidak pernah diubah bentuknya.
Baca: 7 Jajan Andalan Yang Ditemui di Pasar Ramadhan Kampung Jawa, Cocok Untuk Menu Berbuka Puasa
Baca: Biasanya Diolah Jadi Es Buah hingga Menu Berbuka, Timun Sari Ternyata Punya Khasiat Luar Biasa!
"Dari dulu tidak pernah diubah bentuk masjidnya. Kalaupun direnovasi hanya atapnya saja. Memang bentuk sejak awal seperti ini," ucap Hanavi, salah satu pengurus masjid kepada Tribun Bali, Kamis (16/5/2019).
Masjid dengan arsitektur khas Bugis ini diresmikan sebagai salah satu cagar budaya pada 21 April 2014.
Dengan ditandatangin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.
Masjid ini merupakan masjid pemberian dari Raja Badung agar orang Bugis memiliki tempat beribadah.
2. Alquran berusia 400 tahun, bertulis tangan diatas kertas dari pelepah pohon pisang dan kulit unta
Peninggalan sejarah perkembangan Islam di Kampung Bugis, Serangan yakni Alquran yang telah berusia sekitar 400 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/masjid-as-syuhada.jpg)