Kisah Mistis Dalang Calonarang Bali Kerap Ada “Ngetes”, Setelah Pentas yang Ngerjai Berakhir Begini

Karena berani ngundang leak, para dalang ini pun tak jarang “dites” oleh orang-orang memiliki ilmu hitam.

Kisah Mistis Dalang Calonarang Bali Kerap Ada “Ngetes”, Setelah Pentas yang Ngerjai Berakhir Begini
Kolase Tribun Bali/FB
Dalang Calonarang Dug Byor I Putu Gede Sartika yang akrab disapa Sangar. 

“Itu rasa. Seperti rasa tidak enak. Ini ada satu wayang saya yang tahu itu. Seperti mistiklah. Kalau pengen bukti sulit. Makanya namanya mistik. Mistik itu keliru. Kalau ya mana buktinya? Tidak bisa dibuktikan,” ungkap Gus Sudiksa.

Menurutnya, menjadi dalang calonarang harus siap dengan risiko baik itu dites oleh orang yang memang berniat buruk.

Namun demikian, hal itu hendaknya tidak menjadikan alasan seseorang untuk mengurungkan niat menjadi dalang calonarang.

“Pasti ada saja yang nyobak. Karena di dunia ini ada yang suka ada yang tidak. Tidak jadi dalang calonarang pun bisa ada yang nyobak juga. Tidur bisa mati. Apapun berisiko,” ungkap dalang yang sudah pernah pentas di seluruh kabupaten di Bali ini.

Bagi Gus Sudiksa, ilmu hitam dan ilmu putih itu beda tipis. Semua bergantung siapa yang menggunakan ilmu tersebut. Begitu pula ilmu pengeleakan. 

“Sama dengan senjata, kalau dipakai sembarangan bisa membahayakan orang.

Makanya polisi, dan aparat yang membawa. Kalau dipakai membunuh itu penjahat yang bawa,” jelasnya.

Gus Sudiksa sudah menjadi dalang calonarang sejak dirinya berusia 26 tahun.

Kesukaannya pada wayang calonarang barawal dari pengalamannya saat kecil yang sering ikut menonton pementasan tarian barong dan rangda.

Menurut Gus Sudiksa, dalam pementasan calonarang ada yang namanya penangkilan, ada perang, rebong, roman, menangis, gembira, dan ada juga ngundang leak.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved