Sempat Booming, Objek Wisata Spot Selfie di Bangli Ini Mulai Kurang Diminati
Meskipun sempat booming, bjek wisata dengan spot selfie yang mengandalkan alam dan anjungan kini mulai kurang diminati
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Objek wisata dengan spot selfie yang mengandalkan alam dan anjungan, dirasa mulai kurang diminati. Padahal pada awal kemunculannya, objek wisata serupa sempat booming.
Seperti yang terlihat di objek wisata Green Valley Bangli. Objek wisata yang terletak di Banjar Antugan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku itu cenderung sepi.
Bahkan tidak ada satupun pengunjung saat dikunjungi Tribun Bali belum lama ini. Padahal, objek wisata ini sangat unik dengan menyediakan beragam spot foto.
Biaya tiket masuk pun tergolong murah, yakni Rp 10 ribu per orang untuk wisatawan lokal, dan Rp 15 ribu untuk wisatawan asing.
Menurut pengelola Green Valley, Nengah Muliana, dulunya lokasi objek wisata ini merupakan kebun pisang.
Pada tahun 2018, kebun pisang ini dikelola menjadi objek wisata Green Valley.
Saat baru dibuka, kujungan wisatawan diakui sangat ramai dengan rata-rata 100 orang per hari mulai dari wisatawan asing, hingga wisatawan lokal.
Namun demikian, seiring berjalannya waktu tingkat kunjungan berangsur-angsur tidak menentu.
“Sekarang paling ramai hari Sabtu, dengan rata-rata jumlah kunjungan 10 orang. Sedangkan pada hari-hari biasa cenderung tidak menentu. Kadang ada pemasukan, kadang tidak ada sama sekali,” tuturnya.
Menurut dia, penyebab minimnya kunjungan karena kalah saing dengan objek wisata lain. Walau demikian, pihak pengelola telah berupaya melakukan promosi melalui sosial media.
Di lain sisi imbuh Muliana, pihaknya juga tidak menampik kurangnya minat wisatawan untuk berkunjung, salah satunya karena Green Valley belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung lain berupa restoran.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Merta tidak menampik bilamana sejumlah objek wisata yang tergolong sepi kunjungan.
Namun ia menegaskan, minimnya kunjungan wisatawan tidak hanya terjadi di satu objek seperti Green Valley, melainkan terjadi pada sejumlah objek wisata termasuk hotel.
“Ini dikarenakan sedang low session,” katanya Minggu (19/5/2019).
Merta menambahkan, low session dipengaruhi oleh sejumlah acara. Mulai dari ujian nasional anak SMA/SMK, hingga pemilu belum lama ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-di-objek-wisata-green-valley-bangli.jpg)