17 Tahun Pisah, Astungkara Ada Jalan Satukan Kembali Ayu Saraswati dan Eka Jaya

Setelah 17 tahun 'pisah', duo penyanyi lawas Ayu Saraswati dan Eka Jaya kembali merilis single dan video klip duet mereka

17 Tahun Pisah, Astungkara Ada Jalan Satukan Kembali Ayu Saraswati dan Eka Jaya
Tribun Bali/Noviana Windri
Ayu Saraswati dan Eka Jaya kembali merilis single dan video klip duet mereka berjudul " Astungkara Ada Jalan" di Happy Puppy Karaoke, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Bali, Selasa (21/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah 17 tahun 'pisah', duo penyanyi lawas Ayu Saraswati dan Eka Jaya kembali merilis single dan video klip duet mereka yang berjudul " Astungkara Ada Jalan" di Happy Puppy Karaoke, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Bali, Selasa (21/5/2019).

Tak lagi soal percintaan seperti duet mereka dulu, kini Ayu Saraswati dan Eka Jaya membawakan lagu bertema motivasi kehidupan.

Lagu "Astungkara Ada Jalan" diciptakan sendiri oleh Eka Jaya yang memiliki pesan memotivasi seseorang agar tidak boleh menyerah dalam menjalani hidup dalam keadaan apapun.

"Waktu ada event saat Gunung Agung Erupsi, kami sama-sama mengisi di sana. Karena pada saat itu situasinya sosial, akhirnya timbul ide untuk membuat lagu yang cintanya itu lebih universal. Lebih ke sisi kemanusiaan," ucap Eka Jaya.

Eka menuturkan, judul lagu diciptakan karena keceplosan mengucapkan kata "Astungkara".

Baca: Mau Kawin Trending Nomor Satu di Youtube Indonesia, Berikut Lirik dan Video Lagu Ivan Gunawan

Baca: Pembinaan Lagu Pop Daerah Bali Duta PKB Kota Denpasar Difokuskan pada Nada, Gerakan, dan Kekompakan

"Itu kata-kata yang biasa kita ucapkan. Di dalam lagu ini, saya berusaha untuk memotivasi teman-teman dalam keadaan apapun. Dalam keadaan sakit, patah hati, ataupun keadaan fisik yang kurang. Itu saya berusaha membangkitkan semangat mereka dalam lagu ini," ungkapnya.

Sementara, Ayu Saraswati menutukan dalam pembuatan video klip "Astungkara Ada Jalan" melibatkan anak-anak disabilitas, yakni Yoko dan Agus Mertayasa.

"Yang menjadi talent video klip adalah anak-anak kita yang istimewa. Dengan kondisi yanh istimewa difabel seperti itu mereka begitu semangat dan bersyukur dengan keadaannya. Mengapa kita tidak bisa lebih merasa bersyukur dari mereka. Jadi tidak ada alasan untuk kita mengeluh dan untuk tidak bersyukur," ucapnya.

Ayu menceritakan sempat terjadi perbedaan konsep dalam penggarapan video klip.

Baca: Band Bali The Nine Rilis Lagu Hidup Adalah Pilihan, Begini Maknanya Menurut Sang Vokalis

Baca: Bawakan Lagu Bertema Persatuan, Joni Agung Akan Meriahkan Tabanan Harmoni Festival

Ia menginginkan melibatkan anak-anak disabilitas dalam penggarapan video klip.

Sedangkan Eka Jaya menginginkan anak-anak normal namun hidup dalam kemiskinan.

"Saya pribadi sangat bahagia sekali. Karena bisa lepas dari tema yang biasa kami bawakan. Tidak lagi bertema cinta seorang kekasih. Harapan kami lebih bisa mengedukasi para pendengar," tambah Ayu. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved