Jadi Freelancer juga Rentan Terkena Stres, Berikut Cara Mengatasinya
Pekerjaan lepas juga dapat memicu rasa terisolasi, serta rentan terhadap masalah gangguan tidur.
TRIBUN-BALI.COM - Siapa bilang frelancer memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan pekerja kantoran?
Rupanya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Bila tidak mengetahui cara mencegah stres ketika kerja lepas, kesehatan mental kita justru dapat terganggu karena kesibukan yang tiada habisnya.
Seorang pekerja freelance tidak serta-merta terbebas dari stres yang dialami pekerja kantoran.
Kamu tetap bisa mengalami masalah keuangan dan hambatan dalam bekerja.
Pekerjaan lepas juga dapat memicu rasa terisolasi, serta rentan terhadap masalah gangguan tidur.
Stres dari pekerjaan memang sulit untuk dihindari.
Dikutip dari Kompas.com, berikut cara mencegah stres yang ditimbulkan dari pekerjaan.
Baca: Ghea Indrawari Tak Kurangi Pekerjaan Selama Puasa, Begini Curahan Hatinya
Baca: Suri Bangun Diffago, Bantu Penyandang Disabilitas Mendapat Pekerjaan
1. Menentukan jam kerja dalam sehari
Jam kerja freelance terkenal fleksibel. Namun, jika salah memanfaatnya, kamu justru bisa stres karena kehilangan batas yang jelas antara waktu bekerja dan beristirahat.
Batasi waktu bekerja agar tidak melebihi 40 jam dalam seminggu, atau setara dengan 8 jam setiap hari.
Berikan jeda setiap 4 jam untuk makan siang, beristirahat, atau berbincang dengan orang lain di luar urusan pekerjaan.
Jangan lupa mengistirahatkan mata selama 5 menit setiap setengah jam.
2. Membatasi diri agar tidak bekerja berlebihan
Cara terpenting untuk mencegah stres akibat kerja freelance adalah dengan tegas kepada diri sendiri.
Hindari kebiasaan memeriksa pesan dan membalas email usai jam kerja, kecuali untuk urusan yang benar-benar penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-jenuh-dalam-pekerjaan.jpg)