Breaking News:

Empat Bayi Berang-berang Dimasukkan Koper, Satwa Langka Selundupan Dibeli di Pasar Satria

Penyelundupan empat bayi berang-berang yang dimasukkan ke dalam koper oleh WNA Rsia berhasil digagalkan oleh BKSDA Bali

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Busrah Ardans
Petugas memeriksa bayi berang-berang yang gagal diselundupkan di BKSDA Bali, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Empat bayi berang-berang asyik bermain di sebuah kotak rotan yang ditaruh di atas meja Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Jumat (24/5/2019) pagi.

Keempat satwa langka ini lolos dari aksi penyelundupan yang dilakukan WNA Rusia, Roman Tomarev (35).

Menurut Kepala BKSDA Bali, Budi Kurniawan, pelaku mendapatkan satwa langka ini di Pasar Satria, Jalan Veteran, Denpasar. Harganya Rp 500 ribu per ekor. Adapun umur berang-berang ini antara tiga sampai empat bulan.

“Dia mengaku beli harga Rp 500 ribu. Empat ekor berarti Rp 2 juta. Di pasaran, harganya memang berkisar Rp 500-800 ribu,” terang Budi Kurniawan saat ditemui di kantornya di Denpasar, kemarin pagi.

Aksi penyelundupan satwa langka ini digagalkan di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta Selatan, Badung, Kamis (23/5/2019) pukul 21.30 Wita. Saat itu seorang calon penumpang yang kemudian diketahui berinisial RT dan berpaspor Rusia, sedang melalui prosedur pemeriksaan mesin X-ray scanner di Terminal Keberangkatan Internasional.

Roman Tomarev hendak terbang meninggalkan Bali dengan maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634. Ia akan menuju negaranya, Rusia, dengan transit di Istanbul, Turki.

Petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai isi koper milik Roman yang tampil di layar mesin pemindai. Calon penumpang ini diduga membawa makhluk hidup.

Petugas pun kemudian melakukan pemeriksaan secara manual terhadap koper tersebut. Setelah dibuka ditemukan sebuah kotak anyaman dari rotan dan di dalamnya terdapat empat bayi berang-berang.

“Petugas Avsec kemudian berkoordinasi dengan petugas BKSDA untuk melakukan tindak lanjut terhadap temuan binatang tersebut,” kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, BKSDA menyatakan bahwa berang-berang diklasifikasikan sebagai satwa yang dilindungi dengan nama latin Lutra-lutra.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved