Putri Koster: Bali Perlu Punya Rumah Pameran Khusus, Tempat Bertemunya Buyer dan Perajin
Dekranasda bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali melakukan pendampingan kerajinan industri, mulai dari hulu sampai hilir
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Putri Koster: Bali Perlu Punya Rumah Pameran Khusus, Tempat Bertemunya Buyer dan Perajin
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali melakukan pendampingan kerajinan industri, mulai dari hulu sampai hilir.
Pendampingan tersebut dimaksudkan untuk mendorong kaum industri agar mampu menghasilkan produk yang inovatif, sehingga pasar dapat mengapresiasi dalam rangka menjabarkan visi misi gubernur, yakni membuat branding Bali sesuai dengan keunggulan daerah masing-masing dengan tujuan ekspor.
Harapannya, bila ekspor berjalan dengan lancar, maka perekonomian akan terangkat dan tenaga kerja akan tertampung.
Seiring dengan itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Luh Putu Putri Suastini (Putri Koster) menilai Bali perlu memiliki rumah pameran khusus untuk mendatangkan 'buyer'.
"Rumah pameran ini bertujuan mempertemukan antara pemilik home industry dengan pembeli internasional, sehingga terjadi interaksi secara langsung dan berkelanjutan," terangnya ketika mengunjungi kantor Dekranasda Kabupaten Tabanan, Rabu (29/5/2019).
Selain itu, lanjut istri Gubernur Bali Wayan Koster itu, setiap home industry juga wajib memiliki brosur, pamflet, website dan sejenis produk promosi lainnya yang siap disampaikan kepada para buyer di mancanegara.
Baca: Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Sambut Penerbangan Perdana Maskapai VietJet Air
Baca: Petunjuk Niskala Tapakan Pura Dalem Selaungan Bangli, Krama Dilarang Ambil Dokumentasi Tapakan
Pada kesempatan itu, Putri Koster juga mengunjungi rumah kerajinan keramik milik Anak Agung Gede Ariadi di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
Kunjungan ke rumah kerajinan yang berdiri sejak tahun 2004 dengan 42 tenaga kerja itu dilakukan bersama Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali Tjokorda Putri Hariyani, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali serta rombongan.
Hasil kerajinan keramik milik Anak Agung Gede Ariadi itu terbuat dari tanah liat asal Kalimantan dan sudah masuk pasar lokal bahkan internasional.
Tercatat sekitar 70 persen hasil produksi kerajinan keramik tersebut diserap hotel-hotel yang tidak hanya di dalam negeri, namun juga di sejumlah negara lain di Asia, bahkan Kanada.
Di hadapan Putri Koster dan rombongan, perajin keramik AA Gede Ariadi mengharapkan adanya sinergitas dan perhatian dari pemerintah, sehingga para perajin kelas menengah yang selama ini dilibatkan pihaknya, mampu berkarya dengan lebih maksimal.
Usai meninjau industri keramik, Ketua Dekranasda Provinsi Bali dan rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah kerajinan 'warna-warni' di Banjar Jambe, Tabanan yang memproduksi beberapa jenis barang yang terbuat dari bahan baku besi, seperti hiasan lampu dan dinding, serta tempat lilin.
Baca: Extra Flight Angkutan Lebaran 2019 Dari dan Menuju Bali Turun 254 Persen Dibanding Tahun Lalu
Baca: Mothercare Jawab Kebutuhan Mudik Ibu dan Si Kecil, Pastikan Perjalanan Aman & Nyaman!
Hasil kerajinan pada lahan usaha milik I Made Agus Semadhi tersebut, tercatat sudah berhasil masuk ke pasar internasional seperti Jerman dan Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-dekranasda-provinsi-bali-putri-koster-baju-biru-saat-mengunjungi-salah-satu-perajin.jpg)