Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Putri Koster: Bali Perlu Punya Rumah Pameran Khusus, Tempat Bertemunya Buyer dan Perajin

Dekranasda bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali melakukan pendampingan kerajinan industri, mulai dari hulu sampai hilir

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster (baju biru) saat mengunjungi salah satu perajin di Tabanan, Rabu (29/5/2019). Putri Koster: Bali Perlu Punya Rumah Pameran Khusus, Tempat Bertemunya Buyer dan Perajin 

Pihak perajin yang mempekerjakan 26 tenaga kerja, juga diketahui cukup banyak menerima pesanan dari dalam negeri.

Tidak berhenti disitu, Putri Koster beserta rombongan selanjutnya mengunjungi Pande Urip Wesi milik I Pande Wayan Sudarmawan di Banjar Batusangian, Desa Gubug, Tabanan.

Kerajinan yang dihasilkan berupa pisau, keris dan cincin pisau itu mendatangkan bahan tembaga dan besi dari Jawa, sedangkan untuk pemasaran baru menembus Kalimantan dan Lampung.

Untuk kebutuhan lokal, kelompok kerajinan pande ini menyasar pasar di Beringkit dan Mengwi, Kabupaten Badung.

Terakhir rombongan Dekranasda Provinsi Bali mengunjungi rumah kerajinan dulang hias kaca dan kerang milik I Made Wintara di Banjar Delod Alang Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Bahan baku kaca dan kerang yang didatangkan dari daerah Situbondo, dikreasikan menjadi keben, dulang, cermin dan tas.

Hasil kerajinan kemudian dipasarkan ke Lampung dan seputaran Bali saja.

Baca: Percikan dari Mesin Gerinda Habiskan Bengkel Motor, Pria Ini Seret Motor untuk Hindari Api

Baca: Sempat Tutup Instagram Saat Tinggalkan Nur Khamid di Bali, Ini Pengakuan Bule Polly Alexandria

Setelah mengunjungi empat rumah kerajinan unggulan yang ada di Kabupaten Tabanan, Putri Koster mengaku sangat bangga atas kemandirian industrial yang dimiliki daerah lumbung padi ini, namun untuk kedepan diharapkan campur tangan pemerintah harus turut aktif di dalamnya.

"Dengan demikian, kebutuhan perajin dan pemerintah nantinya dapat lebih disinergikan," jelasnya.

Seniman panggung kenamaan itu mengharapkan peran pemerintah untuk bisa membantu promosi, karena di Bali selama ini belum pernah ada ruang pameran khusus untuk mendatangkan buyer dari luar negeri dan hotel tentang produksi lokal Bali.

"Dengan adanya ruang khusus, nantinya akan terjadi interaksi langsung antara buyer dan pihak industri kerajinan," harapnya.

Rencana kedepan, Putri Koster akan mengajak perajin home industry seluruh Bali untuk mengadakan pameran produk baru dengan mendatangkan buyer luar daerah bahkan luar negeri, sehingga karya-karya mereka akan menjadi semakin dikenal kalangan luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Putu Astawa, mengajak seluruh perajin untuk terus berkarya dan berinovasi guna memajukan kreativitas perdagangan dengan maksud meningkatkan gairah perekonomian masyarakat.

Dikatakan, dengan berkarya dan melibatkan warga yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal, secara tidak langsung lahan kerajinan ini sudah terhitung mampu membuka lapangan kerja bagi pihak lain, terlebih bagi mereka yang selama ini menganggur. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved