Kolam Renang Tirta Arum di Abiansemal Ada Sejak 1999, Lahirkan Atlet Renang dan Diminati Wisman

Kolam Renang Tirta Arum diresmikan tanggal 9 September 1999 dan saat ini kolam tersebut dikelola oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga kabupat

Kolam Renang Tirta Arum di Abiansemal Ada Sejak 1999, Lahirkan Atlet Renang dan Diminati Wisman
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Kolam Renang Tirta Arum di Blahkiuh, Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (4/6/2019) 

Ia berkata Kolam Renang Tirta Arum memiliki daya tariknya tersendiri sehingga kolam itu dikunjungi oleh para wisatawan asing maupun lokal.

“Setelah kami tanyakan kepada mereka (wisatawan) pertama dia bilang airnya sangat bagus sekali dan jernih, selain itu letak tempatnya di desa yang masih alami dan memiliki suasana yang enak karena jauh dari kebisingan sehingga membuat mereka nyaman untuk berenang, itu alasan mereka kesini, “katanya

Ia berujar untuk umum ada sekitar 30 orang  yang berenang di kolam setiap harinya, sedangkan untuk atlet ada sekitar 50 atlet renang yang menggunakan kolam tersebut per-harinya .

Untuk pengunjung yang menggunakan kolam Renang Tirta Arum akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5000 untuk anak-anak dan Rp. 7500 untuk dewasa. 

Dan ia berkata pemasukan dari kolam tersebut langsung disetor ke kas daerah Badung setiap hari.

Kolam Renang Tirta Arum pun hampir setiap hari beroperasi dan buka dari pukul 07.00 Wita - 18.00 Wita, namun di hari raya tertentu seperti Nyepi ataupun Idul Fitri kolam tersebut tutup.

Kolam tersebut juga sering digunakan sebagai tempat perlombaan renang di Bali seperti event olahraga Porprov Bali , Porjar Bali maupun kejuaraan olahraga renang di kabupaten Badung.

Walau kolam tersebut beroperasi hampir setiap hari namun perawatan tetap dilakukan setiap hari oleh penjaga kolam atau koordinator kolam.

“Kalau perawatannya kita harus konsisten dan disiplin, misalnya seperti vacuum cleaner, sirkulasi sama treatment obat harus tetap konsisten (setiap hari), kalau tidak begitu maka menjaga air akan susah nanti karena airnya bisa keruh atau bahkan kena lumut, gak mau bening. Walaupun libur kita tetap kerja, piket untuk bersih-bersih, seperti menghidupkan mesin agar sirkulasi jalan. Kita menghidupkan mesin sirkulasi itu hampir 24 jam dan itu harus, gak boleh ada jedanya karena untuk membersihkan air kolam itu harus dibantu sirkulasi disamping obat, kalau obat pasti tiap hari wajib, kalau tidak begitu akan cepat kena lumut , “katanya

Ia pun berharap kedepannya Kolam Renang Tirta Arum tetap bisa bertahan dan eksis.

Halaman
123
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved