Ramadan 2019

Hikmah Idul Fitri Bagi Umat Islam Menurut M. Ghazi Habibullah

Kita kembali pada hati nurani kita sendiri, setidak-tidaknya setahun sekali, yaitu dalam suasana Idul Fitri.

Hikmah Idul Fitri Bagi Umat Islam Menurut M. Ghazi Habibullah
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Umat Muslim mulai memadati Lapangan Puputan Margarana Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Rabu (5/6/2019) pagi untuk melaksanakan sholat perayaan Idul Fitri 1440H/2019M. Cuaca pagi ini cerah 

Apa yang diungkapkan oleh Agama Islam, itu pula yang disuarakan oleh hati nurani manusia.

Apa yang dibisikkan oleh hati nurani, itu pula yang diajarkan oleh Agama Islam.

Islam mencela pandangan, sikap ucapan dna perbuatan yang dursila.

Demikian juga hati nurani manusia.

Hati nurani manusia memuji dan menghormati pandangan, sikap, ucapan dan perbuatan yang susila Demikian pula agama kita.

Jadi hati nurani manusia itu konsisten dengarn agama samawi.

Hati nurani adalah pesawat atau lebih tepat daya.

Dalam rohani kita yang peka terhadap segala daya rangsang dari luar (yang positif maupun negatif), maka segala yang bersifat positifsegera diterima sedang yang negatif ditolak.

Hati nurani ini laksana lentera yang menerangi alam sekitar, bila nyalanya seksama dan kacanya bersih dari segala polusi.

Hati nurani harus senantiasa didengarkan, diperhatikan.

Bila ia terus menerus tidak diindahkan, tidak dihiraukan, maka lama kelamaan nyalanya kian redup karena keranda lenteranya dipenuhi polusi ketidakpedulian kemasabodohan.

Cahaya lentera itu memudar, tidak mampu menyinari lingkungannya.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia

Dalam kesempatan Idul Fitri ini, marilah kita kembali pada mula kejadian kita yang jati sekali yaitu cenderung dan rindu kepada Allah Yang Maha Agung lagi Mulia, Yang Maha Suci lagi Rahim, Yang Maha Baik lagi Indah, Yang Maha Benar lagi Adil.

Kita kembali pada hati nurani kita sendiri, setidak-tidaknya setahun sekali, yaitu dalam suasana Idul Fitri.

Dengan kembali ke hati nurani sendiri, yang serasi dengan wahyu Ilaahiyah dengan jalan senantiasa mendengarkan dan mengindahkan bisikan lembut dan suara halusnya, maka kita akan selalu memilih keagungan dan menolak kerendahan.

Kita memilih kemuliaan dan menolak kehinaan.

Memilih kesucian dan menolak kenajisan Pendek kata memilih semua yang baik dan menolak semua yang buruk, yang tidak sesuai dengan bisikan hati nurani, tidak selaras dengan ajaran Islam.

Dalam suasana Idul Fitri ini, mari kita menyeka keranda lenteran kita dengan seksama agar cahaya yang meredup berbinar kembali, dengan tuntunan dan bimbingan,penyuluhan dan asuhan Al Qur'an dan Sunnah Nabi kita Muhammad Saw

Demikian saudara-saudara."

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved