Tetap Satu Atap meski Sudah Bercerai, Dampak Buruk ini yang Akan Terjadi Pada Anak Anda

Selain itu, seorang anak akan menjadi sangat takut jika harus mengahadapi situasi yang sama atau akan menjadi pemberontak dengan cara membalas dendam

Tetap Satu Atap meski Sudah Bercerai, Dampak Buruk ini yang Akan Terjadi Pada Anak Anda
Shutterstock via KOMPAS.com
Ilustrasi ibu dan anak. 

Tetap Satu Atap meski Sudah Bercerai, Dampak Buruk ini yang Akan Terjadi Pada Anak Anda

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konflik yang terjadi terus menerus dalam rumah tangga, bianya berujung pada perceraian.

Perceraian dipilih karena dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar yang diambil oleh orangtua.

Dokter spesialis kejiwaan dan seorang psikiater Bali, dr. Anak Agung Seri Wahyuni, Sp., Kj menjelaskan, orangtua yang telah bercerai namun masih tinggal serumah dan tidak mengatakan telah bercerai kepada anak mereka akan berdampak lebih buruk dibandingkan dengan orangtua yang mengatakan alasan bercerai.

Dampak psikologis anak korban perceraian akan menjadikannya seorang introvert atau ekstrovet.

Selain itu, seorang anak akan menjadi sangat takut jika harus mengahadapi situasi yang sama atau akan menjadi pemberontak dengan cara membalas dendam dengan lawan jenisnya.

"Untuk anak yang memasuki masa pubertas, dampaknya akan ada yang ingin membalas dendam menghancurkan para lelaki. Atau ingin menghancurkan para perempuan. Atau seorang anak tersebut akan mencari figur-figur ayah atau ibu ideal yang dimimpikan atau diidamkan. Dan ini akan rentan menjadi korban pedofil," paparnya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved