Bandara Buleleng Terkendala Infrastruktur, Koster Tak Ingin Seperti di Kertajati

Pembangunan bandara di wilayah Buleleng nampaknya belum dapat diwujudkan dalam kurun lima tahun ke depan

Bandara Buleleng Terkendala Infrastruktur, Koster Tak Ingin Seperti di Kertajati
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Lahan untuk rencana lokasi pembangunan bandara Buleleng. Bandara Buleleng Terkendala Infrastruktur, Koster Tak Ingin Seperti di Kertajati 

Bandara Buleleng Terkendala Infrastruktur, Koster Tak Ingin Seperti di Kertajati

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembangunan bandara di wilayah Buleleng nampaknya belum dapat diwujudkan dalam kurun lima tahun ke depan.

Pemerintah pusat tak kunjung mengeluarkan izin penetapan lokasi (penlok), sebab Pemerintah Provinsi Bali dinilai harus mengembangkan infrastruktur jalan untuk menuju ke Buleleng terlebih dahulu.

Gubernur Bali, Wayan Koster ditemui di Singaraja, Jumat (28/6/2019) menyebutkan, terkait pembangunan bandara di wilayah Bali utara hanya masalah waktu.

Infrastruktur akses ke Buleleng pun, sebut dia, harus diselesaikan terlebih dahulu, agar bandara yang dibangun nanti tidak sia-sia.

Pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani dinilai Koster belum cukup.

Sebab jarak yang ditempuh antara Buleleng-Denpasar via shortcut masih membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih.

Baca: Bukan Hanya Emansipasi Tapi Juga Kekompakan, Sekaa Gong Wanita Desa Bekas Semarakkan PKB 2019

Baca: Pria 33 Tahun Ini Tipu & Tiduri 16 Wanita Bersuami, Cari Mangsa Lewat Medsos Lalu Gasak Harta

Untuk itu pihaknya telah menyiapkan beberapa alternatif berupa membangun rel kereta api, atau bypass berkombinasi dengan tol.

Kedua alternatif itu diakui Koster, masih dalam tahap kajian.

"Kereta api atau bypass kombinasi dengan tol itu akan dilakukan studi lebih dulu. Makanya penlok belum turun. Jangan sampai seperti bandara di Kertajati (Jawa Barat). Bandaranya ada, tapi aksesnya belum cukup. Akhirnya lumutan bandaranya," kata Koster.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved