Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berawal Dari Ancaman, Kepala Sekolah & Security di Jimbaran Dikeroyok Massa, Ini Kronologinya

Bahkan dengan adanya ancaman tersebut, tak berselang lama petugas Satpol PP datang ke lokasi untuk mengecek keributan yang terjadi.

Tayang:
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Firizqi Irwan
Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan saat merilis kasus 170 KUHP di lobby depan Mapolresta Denpasar pada hari ini, Senin (1/7/2019). 

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar bersama jajarannya dari Polsek Kuta Selatan mengungkap kasus kekerasan yang terjadi di Sekolah Harapan Bunda, Jalan Uluwatu I Gang Cempaka Nomor 3, Jimbaran, Badung, Bali.

Kejadian kekerasan dan pengeroyokan ini terjadi pada Rabu (26/6/2019), yang mana ada tiga tersangka yang terlibat, yakni I Wayan W alias Kelewang (47), I Kadek M alias Cuplis (30) yang merupakan warga Menega, Jimbaran

Dan satu tersangka lainnya yakni I Ketut S alias Lembok (38) warga Jerokuta, Jimbaran, Kurang Selatan, Badung.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddy Setiawan didampingi Kanit Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Artha Ariawan dan Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza. 

Menjelaskan saat pers rilis di lobby depan Mapolresta Denpasar pada hari ini Senin (1/7/2019) siang sambil menunjukkan ketiga tersangka yang terikat rantai besi di tangan dan kakinya.

Kombes Pol Ruddy Setiawan mengatakan ketiga tersangka ini berhasil ditangkap setelah adanya laporan dari para korban.

"Dari kasus ini ada tiga orang yang kita tangkap yakni Kelewang, Cuplis dan Lembok. Korbannya juga ada tiga orang yakni Jean, Benjamin dan Jeremis Lukas," ujar Kombes Pol Ruddy. 

"Barang bukti yang berhasil kita amankan ada pecahan barang botol, dua batang kayu balok, tiga buah kursi dan pakaian para tersangka," lanjutnya.

Kapolresta Denpasar didampingi Kanit Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Artha Ariawan dan Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza pun menceritakan kembali kronologi kejadian tersebut.

Korban Jeanne Selvya Damorita Rotes (52) yang merupakan Kepala Sekolah Harapan Bunda dan juga pemilik yayasan Harapan Bunda, menerima telepon dari petugas security sekolahnya, Paulus Seran pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 17.31 Wita.

Paulus mengatakan kepada Jeanne bahwa ada empat orang laki-laki yang datang ke sekolah namun mereka berada di luar pagar sekolah, yang kemudian ada salah seorang dengan kondisi kaki pincang mengancam satpam sekolah.

Menerima laporan petugas security sekolahnya, Jeanne pun berangkat dari rumah menuju sekolah dengan mobilnya untuk menemui Paulus Seran, namun setibanya di TKP, ia tak menemukan adanya keributan tersebut.

"Adanya ancaman tersebut Jeanne langsung berangkat ke Sekolah untuk menemui Paulus, namun sampai di TKP ia tidak menemukan hal tersebut," kata Kapolresta Denpasar.

Bahkan dengan adanya ancaman tersebut, tak berselang lama petugas Satpol PP datang ke lokasi untuk mengecek keributan yang terjadi.

Jeanne pun berbincang dengan petugas Satpol PP dan mengatakan bahwa hal tersebut tidak terjadi hingga akhirnya para petugas meninggalkan lokasi, sedangkan Paulus diminta Jeanne untuk melaporkan ancaman tersebut ke Polsek Kuta Selatan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved