Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berawal Dari Ancaman, Kepala Sekolah & Security di Jimbaran Dikeroyok Massa, Ini Kronologinya

Bahkan dengan adanya ancaman tersebut, tak berselang lama petugas Satpol PP datang ke lokasi untuk mengecek keributan yang terjadi.

Tayang:
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Firizqi Irwan
Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan saat merilis kasus 170 KUHP di lobby depan Mapolresta Denpasar pada hari ini, Senin (1/7/2019). 

Tak berselang lama, sekitar pukul 20.30 wita keributan yang dikabarkan terjadi pada sore hari ternyata berlangsung pada malam hari, hal itu terlihat ada kerumunan massa yang sudah berkumpul di depan pagar Sekolah Harapan Bunda.

Saat itu juga, satu tersangka atas nama Kelewang masuk ke halaman sekolah dan menghampiri saksi Jemris Lukas Molina dan Benjamin Pesireron yang sedang duduk di taman sekolah.

Kelewang pun kemudian menyuruh Jemris Lukas Molina keluar untuk menemui massa, namun korban Molina menolak atau tidak bersedia dengan suruhan pelaku. 

Merasa geram, beberapa orang yang berada di luar pun masuk dan mengerumuni saksi Jemris Molina dan Benjamin, bahkan parahnya Kelewang menuduh kedua orang saksi membawa senjata di balik jaketnya. 

Kelewang pun memeriksa isi jaket korban, namun senjata yang di maksudkan tersangka tidak ditemukan.

Merasa kesal, Lembok pun memukul saksi Benjamin tanpa ada alasan pasti.

Aksi tersebut mengenai pipi kiri Benjamin, tak hanya Lembok, Kelewang juga ikut melancarkan pukulan mengepal di pipi kiri korban lainnya yakni Jemris Lukas dengan tangan kosong.

Merasa terancam, Benjamin pun berlari ke arah pintu pagar sekolah namun dihalangi massa, naasnya lagi ia juga mendapatkan penganiayaan dari massa yang berkumpul di depan sekolah.

Setelah berhasil kabur, Benjamin pun lari ke arah belakang sekolah untuk meminta bantuan kepada beberapa orang pesilat yang sedang berlatih.

Bukannya menolong, pelatih silat tersebut tidak bersedia untuk membantu korban karena merasa dirinya tidak tahu persoalan yang terjadi, saat itu juga Benjamin kembali mendapatkan kekerasan orang sejumlah orang yang tidak dikenal. 

Bukan lagi dengan tangan kosong, sejumlah orang tersebut malah memukul dengan sebatang kayu dan juga botol hingga mengalami luka lecet pada lengan kiri, pinggang kiri, dan luka robek pada tangan kanannya.

Tak berhenti di satu korban, Jemris Lukas Molina juga berusaha menyelamatkan diri bahkan menyempatkan diri untuk mengambil sebuah batu di taman sekolah, untuk melemparkan ke arah massa yang mulai anarki.

Namun hal itu tidak ia lakukan, melihat banyaknya massa yang mengejarnya kemudian ia pun berlari menyelamatkan diri ke dalam gedung sekolah.

Sementara itu, Jeanne Selvya Damorita Rotes yang berdiri didepan pintu lobi sekolah berhadapan dengan satu tersangka Cuplis dan Kelewang, sempat ada percakapan Jeanne dengan pelaku dan beberapa orang massa.

Yang mana percakapan tersebut intinya meminta massa atau warga serta pemilik tanah sekolah untuk tidak masuk ke sekolah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved