Mantan Sekretaris PSSI Gianyar Tersangka Terkait Dugaan Korupsi Dana Bupati Cup 2016

Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Gianyar menggeledah kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar, Senin (8/7) pukul 09.15

Mantan Sekretaris PSSI Gianyar Tersangka Terkait Dugaan Korupsi Dana Bupati Cup 2016
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Tim penyidik dari Kejari Gianyar memeriksa berkas terkait turnamen sepak bola Bupati Cup 2016 di Kantor KONI Gianyar, Senin (8/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Gianyar menggeledah kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar, Senin (8/7) pukul 09.15 Wita.

Penggeledehan aparat penegak hukum tersebut untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi dana turnamen sepak bola Bupati Cup 2016 yang digelar  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Gianyar.

Dalam kasus ini, Kejari Gianyar telah menetapkan satu orang tersangka, yakni I Ketut Suasta.

Tersangka sebelumnya menjabat sebagai sekretaris PSSI Gianyar dan juga sekretaris turnamen Bupati Cup 2016. 

Kasi Pidsus Kejari Gianyar I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra menjelaskan, dari hasil penyelidikan tersangka diduga memotong honor atlet serta mencairkan dana fiktif seperti dana medis.

Padahal sejatinya dana itu tidak ada.

“Anggaran even tersebut Rp 500 juta dari KONI Gianyar, berdasarkan hasil pengitungan kerugian negara, sekitar Rp 152 juta. Tersangka ini perannya, dia memotong honor atlet, mengatakan mencairkan dana seperti misalnya dana tim medis padahal itu tidak ada tapi dicairkan. Ada juga lain-lain, banyak ada rinciannya itu. Yang bersangkutan sudah ditetapkan jadi tersangka Mei 2019 lalu, yang bersangkutan juga telah mengakui perbuatannya,” ujarnya, kemarin.

Namun apakah dana tersebut hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, atau ia hanya menjadi kaki tangan dari pelaku lain, Darmawan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Kami masih lakukan pengembangan untuk mencari apakah ada pelaku lain,” tandasnya.

Atas perbuatannya, Suasta diancam pasal 2 dan 3 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara satu sampai empat tahun.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved