Hari Raya Galungan dan Kuningan

Makna Memotong Babi Saat Penampahan Galungan Bagi Umat Hindu di Bali

Pada penampahan Galungan ini, masyarakat Hindu Bali biasanya memotong babi ataupun ayam.

Makna Memotong Babi Saat Penampahan Galungan Bagi Umat Hindu di Bali
Tribun Bali
Sejumlah warga memotong babi atau penampahan dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan di Banjar Kehen, Kesiman, Denpasar, Senin (8/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Hari ini, Selasa (23/7/2019) merupakan Penampahan Galungan.

Pada penampahan Galungan ini, masyarakat Hindu Bali biasanya memotong babi ataupun ayam.

Menurut Wakil Ketua PHDI Bali, Pinandita Ketut Pasek Swastika, memotong babi saat penampahan, memiliki makna untuk mengalahkan sad ripu atau enam sifat dalam diri manusia.

Serta untuk mengalahkan Rajas-Tamas menjadikan kebaikan.

"Babi itu niyasa dari sifat rajas-tamas itu. Sebenarnya, sangat bagus bila tidak sampai mengorbankan hewan kalau kita hubungkan dengan ajaran Ahimsa. Memotong hewan korban baik babi dan atau ayam itu niyasa mengalahkan Rajas-Tamas," katanya kala itu.

Sebagian dari hasil korban itu dinikmati dan tidak lupa menghaturkannya kepada Tuhan karena semuanya itu ciptaan-Nya.

"Memotong babi wajib saat penampahan kalau terkait dengan Galungan," imbuhnya.

Penampahan ini jatuh sehari sebelum Galungan yaitu, Anggara Wage wuku Dunggulan.

Menurut Dosen Bahasa Bali Unud, Putu Eka Guna Yasa, saat penampahan ini selain nampah (memotong) babi, juga membuat segehan.

"Segehan itu persembahan ke Bhuta Dungulan yang dihaturkan di pekarangan rumah untuk Bhuta Bucara dan Durga Bucari dimana tempat persembahannya yaitu di depan sanggah, di lebuh, dan di depan rumah," kata Guna.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved