Begini Kata Tetangga Tentang Brigpol Rangga yang Tembak Bripka Rachmat Hingga Tewas
Ayah dua anak itu tewas meregang nyawa usai ditembak mati tujuh kali Brigadir Rangga Tianto akibat tersulut emosi.
Menurutnya, sejak Rangga pindah dan membangun sebuah rumah di RT 04/03 Jatijajar atau berjarak 300 meter dari kediaman mertuanya di RT 06/03 Jatijajar, Rangga dikenal baik kepada tetangga sekitar.
Walaupun diketahui Rangga seorang anggota polisi yang sibuk, pelaku katanya seringkali berkumpul dengan warga ataupun anggota ojek online yang kerap nongkrong di pos depan rumahnya.
"Denger kabar begitu juga kita kaget, soalnya orangnya baik sama tetangga," ungkapnya.
• Saat Warga Berani Kritik Kepala Daerahnya Jangan Janji-janji Pak, Bupati: Maumu Apa?
• Bercak Darah di Kosan dan Kisah Asmara Mahasiswi NTT yang Berakhir Pembunuhan Bayi Tak Berdosa
• Mahasiswi Asal NTT Diamankan, Diduga Pembuang Bayi di Sudirman, Si Laki Belum Jelas Keberadaanya
Hal serupa juga disampaikan oleh Susi, pemilik warung persis di depan rumah Brigadir Rangga.
Perempuan paruh baya itu mengaku terheran-heran dengan kabar buruk yang menyebutkan Rangga telah menembak seorang anggota polisi hingga tewas.
Karena itu, dirinya mengaku sedih ketika banyak polisi mulai berdatangan dan mengamankan rumah Rangga tak lama setelah kejadian.
Dirinya mengaku meliburkan diri dan menutup warung nasi uduk miliknya hingga lingkungan rumah aman.
"Sampai bener-bener selesai aja baru jualan lagi, soalnya nanti takut ganggu pak polisi yang jaga di sini. Kasihan, mana anaknya masih kecil-kecil," celotehnya.
Dirinya pun berharap agar proses hukum yang kini tengah dijalani Rangga dapat segera selesai.
Sehingga, keluarga kecil Rangga yang telah tinggal selama lima tahun lalu itu dapat kembali normal.
"Supaya semuanya bisa balik lagi, kita juga nggak tahu kejadiannya karena apa. Soalnya emang orangnya baik, nggak pernah macem-macem," ungkapnya.
Pascapenembakan ini, kediaman Brigpol Rangga terpantau sepi lengang.
Kondisi tersebut terlihat di rumah yang berlokasi di Jalan Jatijajar 1 RT 04/03 Jatijajar, Tapos, Depok itu sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Rumah sederhana berwarna biru itu ditinggalkan dengan kondisi lampu teras masih menyala.
Pada sisi depan, rumah yang berdampingan dengan kontrakan itu terlihat tertutup rapat, pagar setinggi 1,5 meter pun terlihat digembok dari sisi dalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-tembak-polisi-depok.jpg)