1 Kg Sampah Bisa Dikonversi Jadi Emas, MoU DLHK Denpasar dengan Pegadaian

Kini, 1 kilogram sampah di Denpasar bisa dikonversi atau ditukar dengan emas

1 Kg Sampah Bisa Dikonversi Jadi Emas, MoU DLHK Denpasar dengan Pegadaian
Istimewa
BANK SAMPAH - Proses pemilahan sebelum sampah dibawa ke bank sampah beberapa waktu lalu. 1 Kg Sampah Bisa Dikonversi Jadi Emas, MoU DLHK Denpasar dengan Pegadaian 

1 Kg Sampah Bisa Dikonversi Jadi Emas, MoU DLHK Denpasar dengan Pegadaian

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kini, 1 kilogram sampah di Denpasar bisa dikonversi atau ditukar dengan emas.

Ya, ini merupakan inovasi penanganan sampah terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.

Hal ini menyusul perjanjian kerja sama MoU DLHK dengan Pegadaian terkait program tabungan bank sampah di Denpasar yang bisa dikonversi menjadi emas.

Kepala Dinas DLHK Kota Denpasar, Ketut Wisada mengatakan pihaknya hingga saat ini terus berfokus melakukan penanganan sampah khususnya melalui program bank sampah

Hingga saat ini di Denpasar telah terbentuk 128 bank sampah dari target 200 bank sampah yang ditargetkan.

Untuk menginisiasi target ini, pihaknya menemukan inovasi baru melalui perjanjian kerja sama dengan pegadaian ini. 

Melalui Sidarling, kata dia, masyarakat bisa melihat berapa kilogram sampah yang ditabung, besaran jumlah uang tabungan hingga nilai konversi emasnya.

''Bagi nasabah bank sampah yang ingin mengkonversi tabungan sampahnya dengan emas bisa langsung ke Pegadaian. Kami sudah jalin MoU," katanya, Sabtu (3/8/2019).

Terkait besaran nilai konversinya, kata dia tentunya disesuaikan dengan harga emas per-gramnya. Misalnya, untuk 1 kg sampah (tergantung jenis sampah) plastik bisa dihargai Rp 2 hingga 4 ribu.

"Nanti besarnya tergantung harga emas per-gram berapa. Kalau 500 mereka dapat 1 juta dari bank sampah tinggal konversikan saja,'' terangnya.

Seperti diketahui, pada sistem Sidarling ini juga mencantumkan reward atau penghargaan mulai dari level silver, gold hingga platinum.

(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved