Bidik MICE di Bali, DPD Ivendo Beri Saran Ini Untuk Perkembangan Pariwisata
Insan pariwisata di Pulau Dewata, khususnya Bali Tourism Board (BTB) atau Gipi Bali mencanangkan Bali harus mengejar MICE
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Bidik MICE di Bali, DPD Ivendo Beri Saran Ini Untuk Perkembangan Pariwisata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Insan pariwisata di Pulau Dewata, khususnya Bali Tourism Board (BTB) atau Gipi Bali mencanangkan Bali harus mengejar market meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE).
DPD Indonesia Event Industry Council (Ivendo) Bali, menyambut baik ide ini.
"Dalam pengembangan MICE, baik itu dalam konteks pengembangan destinasi maupun konteks pemasaran, perlu satu instrumen atau institusi yang bisa mengurusi industri ini dalam satu pintu," kata Grace Jeanie, Ketua Ivendo Bali kepada Tribun Bali, Rabu (7/8/2019).
Lanjut Grace, sapaan akrabnya, MICE juga perlu regulasi atau peraturan konsisten.
Serta perlu perhatian lebih besar pada industri MICE sehingga bisa bersaing di pasar.
"Baik peningkatan kapasitas dan kualitas serta standardisasi SDM, organisasi pengelola event dan MICE industry. Karena spending of money wisman MICE ini 6-8 kali lebih besar dibandingkan dengan jenis wisatawan lainnya, dengan length of stay yang juga lebih lama," sebutnya.
• Buka Posko Siaga Bencana, Polres Tabanan Sediakan 6 Ton Air Bersih untuk Warga yang Memerlukan
• School Lunch Program, Penelitian Ajinomoto & IPB Demi Perbaiki Status Gizi Kesehatan Anak Sekolah
Semisal, kata dia, pelatihan dan sertifikasi berkala untuk MICE dan industri event, serta perlu perhatian khusus untuk pemasaran wisata MICE.
"Pemasaran melalui head quarter (kantor pusat) asosiasi internasional dan membangun jaringan dengan asosiasi internasional semisal New York, Paris, London, Washington DC, Berlin, Belanda, Asia Pasifik dan lain sebagainya," katanya.
Pemasaran yang efektif di kantor pusat asosiasi, tidak membuang banyak uang dan waktu untuk promosi.
Kemudian membuat atau menempatkan perwakilan MICE di sejumlah negara potensial.
"Sudah saatnya dipikirkan mengenai dibentuknya convention bureau (biro konvensi) atau lebih luas lagi semacam business event bureau," katanya.
Perlunya forum secara berkala bagi kegiatan dan MICE Industry (Event Industry and MICE Forum) di Bali.
"Penertiban badan hukum untuk EO dan PCO di Bali serta jasa pendukungnya juga penting, sehingga kualitas event organizer terjaga," imbuhnya.
• Peduli Pendidikan, FIFGROUP Tabanan Berbagi Ilmu ke SMKN 1 Tabanan
• Pelaku Pembunuhan Ni Putu Yuniawati Dalam Pengejaran Polresta Denpasar
Menempatkan asosiasi/organisasi seperti Ivendo atau asosiasi lainnya sebagai lembaga rekomendasi perizinan bidang usaha EO/PCO, tender dan lainnya di lembaga pemerintahan, BUMN dan lembaga daerah lainnya.
"Sehingga lebih terkontrol dan memenuhi standar yang dibutuhkan," tegasnya.
Selain itu, perlu dipikirkan digital marketing dan dibentuk tim sosial media untuk membangun citra positif pariwisata Bali.
Perlu ada tim media pariwisata Bali bertugas mengolah berita serta membuat konten berita di sosmed dan bertugas melakukan counter opini jika ada isu miring terkait pariwisata Bali.
"Mengundang media asing ke Bali (media campaign)," katanya.
Lebih sering BtoB MICE, baik mengundang buyer mancanegara juga mengundang local buyer. Baik diadakan di Bali maupun di luar Bali.
Juga peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi.
Yang saat ini area MICE disebut-sebut memiliki potensi yang cukup besar di Bali, perlu ada sentuhan bagi peningkatan kualitas SDM.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pertemuan-fgd-pariwisata-di-bank-indonesia-denpasar.jpg)