Kongres V PDIP di Bali

Dinilai Memberatkan, PDIP Keluarkan Wacana Pemisahan Pemilu Serentak

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, pelaksanan Pemilu serentak ini terlalu memberatkan sehingga harus dipisahkan

Dinilai Memberatkan, PDIP Keluarkan Wacana Pemisahan Pemilu Serentak
istimewa
Kongres V PDIP di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu diadakan secara serentak dengan memilih Presiden Wakil Presiden, DPD RI hingga DPR dari tingkat nasional hingga kabupaten dan kota.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, pelaksanan Pemilu serentak ini terlalu memberatkan sehingga harus dipisahkan.

PDIP mengusulkan pemisahan Pemilu serentak ini akan dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama berupa pemilihan Presiden dan Anggota DPD RI, sedangkan yang kedua pemilihan DPR dari tingkat nasional hingga kabupaten dan kota serta pemilihan kepala daerah.

Hal itu sudah menjadi salah satu rekomendasi dari Komisi IV PDIP yang membahas pemenangan pemilu di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jum'at (9/8/2019).

"Itu sebenarnya salah satu rekomendasi kita," Arif Wibowo saat ditemui usai sidang komisi berlangsung.

Dirinya mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya, partai politik (parpol) yang mengikuti Pemilu serentak ini sangat berat.

Keberatan itu bisa dilihat mulai dari barbagai aspek, seperti berat secara pembiayaan, berat secara pengorganisasian dan berat juga dalam aspek merumuskan strategi pemenangan.

Selain itu, Arif menilai Pemilu serentak ini juga memberatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara.

Salah satu beban penyelenggara yang berat dilihat dari banyaknya petugas KPPS yang meninggal serta adanya tumpang tindih kewenangan antara Bawaslu dan KPU.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved