WN Belanda Tanpa Dokumen Dideportasi

Warga Belanda tersebut telah melanggar Undang-undang Keimigrasian, berada di wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen perjalanan yang sah.

WN Belanda Tanpa Dokumen Dideportasi
Istimewa/Staf Rudenim Denpasar
Petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar mengantarkan PCT, warga Belanda yang tidak memiliki dokumen keimigrasian, untuk dideportasi dari Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, ke Amsterdam, Belanda, Jumat (9/8/2019).

WN Belanda Tanpa Dokumen Dideportasi

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar mendeportasi PCT (51) warga Negara Belanda dari Bali ke Amsterdam, Belanda, Jumat (9/8/2019).

Warga Belanda tersebut telah melanggar Undang-undang Keimigrasian, berada di wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Saroha Manullang mengatakan, PCT diberi sanksi berupa pendetensian di Rudenim Denpasar.

PCT telah melanggar Pasal 119 Ayat 1 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

PCT masuk wilayah Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan maskapai Qatar Airways, menggunakan bebas Visa (Visa Exemption) saat kedatangan pada 27 April 2019. PCT datang ke Indonesia dengan maksud untuk berlibur.

PCT diamankan oleh Petugas Imigrasi Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat saat Tim melaksanakan pengawasan orang asing di Marian Hotel, Pulau Moyo pada 26 Juli 2019 lalu.

Arya Wedakarna Bereaksi Tempat Suci Dilecehkan, Langsung Kirim Pesan Khusus Pada Pelaku

Sepasang Bule Lecehkan Tempat Suci Umat Hindu, Pengelola Monkey Forest Ubud Siapkan Langkah Ini

Boven Digul Tempatnya Musuh Pemerintah Kolonial, Perlawanan Bung Hatta dan Sjahrir

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Trans7 MotoGP Austria 2019, Bisa Nonton di Smartphone

Saat diperiksa petugas, PCT mengaku kehilangan paspornya saat berada di Bali.

Saat hendak kembali ke negaranya, ia mengaku kehilangan Paspor yang disimpan dalam saku celananya.

PCT didetensi di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar sejak 31 Juli 2019.

Kepada petugas Imigrasi, PCT mengaku sudah melaporkan kehilangan paspor ke kantor polisi setempat dan telah melaporkan permasalahannya ke Konsulat Jenderal Belanda di Bali, namun menurutnya, tidak mendapat balasan.

Pada 6 Agustus 2019 PCT dipindahkan dari Kanim Kelas II TPI Sumbawa Besar ke Rudenim Denpasar guna mempermudah proses penerbitan dokumen perjalanan yang bersangkutan oleh Konsulat Jenderal Belanda di Bali untuk keperluan deportasinya.

“PCT diberikan keputusan keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat tertentu di wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 75 Ayat 2 huruf d karena dia mengalami gangguan mental emosional,” ujar Saroha Manullang.

Petugas mengantarkan PCT sampai di boarding area Gate 2 (dua) dan selanjutnya diterbangkan dengan maskapai KLM Royal Dutch Airlines dengan nomor penerbangan KL 0836 dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Amsterdam, Belanda.

“Terima kasih Rudenim Denpasar karena telah membantu saya untuk kembali ke Belanda. Saya merasa sangat senang karena dapat berjumpa kembali dengan anak saya,” kata PCT tersenyum. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved