Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kartu Identitas Anak (KIA) di Denpasar Berisi Barcode, Ini Kegunaan Barcodenya

Bertempat di SDN 2 Sesetan, Denpasar dilaksanakan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA), Senin (11/8/2019).

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Siswa SDN 2 Sesetan Denpasar menunjukkan Kartu Induk Anak (KIA) miliknya, Senin (12/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bertempat di SDN 2 Sesetan, Denpasar dilaksanakan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA), Senin (11/8/2019).

Akan tetapi KIA yang diserahkan kali ini berisi barcode yang sudah terintegrasi dengan sistem Sidarling atau sistem informasi sadar lingkungan dan hal ini baru diserahkan pertama kali.

Kepala SDN 2 Sesetan, I Gusti Ayu Rai Mastutik mengatakan saat ini dari 700 siswanya sebanyak 270 siswa sudah membuat KIA yang terintegrasi dengan Sidarling.

Nantinya dengan KIA yang berisi barcode ini siswa akan bisa melihat berapa tabungan sampah yang dimiliki di Bank Sampah Resik Lestari SDN 2 Sesetan.

Perwira Polisi Ini Dipecat Secara Tidak Hormat Setelah Keasyikan Jadi Tukang Ojek, Berikut Faktanya

"Kami memiliki keyakinan bahwa SDN 2 Sesetan bersih sampah plastik tahun 2020," katanya.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLHK Denpasar, Ngurah Gede Buditha mengatakan penggunaan KIA yang terintegrasi dengan Sidarling yakni dengan melakukan scanning pada barcode dengan barcode reader.

Saat baecode tersebur discan akan muncul jumlah poin yang dimiliki siswa tersebut.

"Nantinya dari barcode bisa dibaca jumlah point yang mereka miliki di bank sampah," katanya.

Ia juga menambahkan aplikasi ini berbasis KK sehingga point yang dimiliki siswa juga jadi point milik satu keluarga.

Saat ini di Denpasar sudah ada sebanyak 11.011 nasabah bank sampah.

Ia juga menambahkan saat ini SD dan SMP di Kota Denpasar sudah membuat pernyataan untuk membuat bank sampah.

Dalam sistem point sampah ini, semakin tinggi pointnya semakin banyak reward yang dimiliki.

Selain dapat naik bus sekolah gratis maupun dapat antrean khusus saat mengurus data kependudukan di Disdukcapil pihaknya juga sudah bekerjasama dengan 30 perusahaan swasta untuk memberikan reward.

"Dengan aplikasi ini jadi lebih tertata dan rapi. Konsepnya pilar pertama yakni pemilahan sampah di rumah tangga. Kalau ditarget nanti banyak siswa jadi pemulung," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved