Pemkab Gianyar Rapatkan Status Kebakaran TPA Temesi, Lakukan Kajian Kebencanaan

Jika persoalan ini nanti masuk dalam status bencana, maka setiap pengeluaran yang dibutuhkan akan dianggarkan melalui Anggaran Tak Terduga

Pemkab Gianyar Rapatkan Status Kebakaran TPA Temesi, Lakukan Kajian Kebencanaan
Tribun Bali/Eri Gunarta
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gianyar, dipimpin Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya menggelar rapat pembahasan kebakaran TPA Temesi, Gianyar, di lantai III Bappeda Gianyar, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gianyar, dipimpin Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya menggelar rapat, yang membahas kebakaran TPA Temesi, Gianyar, di lantai III Bappeda Gianyar, Selasa (13/8/2019).

Persoalan yang menonjol dari rapat ini adalah anggaran penanganan.

Sebab hingga saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar, relatif keteteran anggaran operasional dalam pemadaman api. Satu di antaranya terkait aggaran bensin.

Menyikapi persoalan anggaran, Sekda Gianyar, Wisnu Wijaya meminta OPD terkait untuk melakukan kajian kebencanaan.

Jika persoalan ini nanti masuk dalam status bencana, maka setiap pengeluaran yang dibutuhkan akan dianggarkan melalui Anggaran Tak Terduga atau Anggaran Bencana.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar, dana bencana yang dimiliki Pemkab Gianyar saat ini sebesar Rp 1,5 miliar.

Kami Warga Desa Lebih Korban Asap Kebakaran TPS Temesi, Sebet Yen Tuturang

“Saya tugaskan setiap OPD melakukan kajian, apakah hal ini masuk dalam status bencana atau tidak. Hal ini terkait dengan penganggaran. Kajiannya paling lambat dua hari, jangan ditunda-tunda karena ini berkaitan dengan kemanusiaan,” ujar Sekda Wisnu Wijaya.

Dalam rapat tersebut juga terungkap, dampak buruk dari asap kebakaran TPA Temesi yang tidak hanya menyerang masyarakat Desa Lebih, Gianyar. Namun juga terjadi pada petugas Damkar Gianyar.

Mulai dari terkena sesak napas hingga permasalahan mata karena terpapar asap.

Untuk menangani hal itu di lapangan, Kepala Dinas Damkar Gianyar menerapkan tugas bergilir.

“Kami saat ini terapkan sistem rolling untuk mengindari terjadi hal yang tak diinginkan dari petugas kami di lapangan. Tiap hari kami tugaskan 15 anggota,” ujar Kepala Dinas Damkar, I Made Watha.

Sementara untuk mengindari penyakit dampak kebakaran pada masyarakat, Pemkab Gianyar akan memaksimalkan Puskesmas Pembantu (Pustu), pembagian masker, hingga melibatkan Matra.

Tak hanya itu, Pemkab Gianyar melalui Dinas Kesehatan Gianyar akan menggratiskan pengobatan yang bisa digratiskan atau sesuai obat yang tersedia.

“Inilah yang kami lakukan untuk masyarakat terdampak kebakaran, kami tidak main-main. Kami sudah berupaya sekeras tenaga untuk membereskan persoalan ini. Selain memadamkan api, kami juga memikirkan dampak air terkontaminasi sampah yang mengalir ke sungai, karena ini juga membahayakan masyarakat,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved