Begini Gejala Dan Pengobatan Pneumonia Menurut dr. Ni Made Dwita Yaniswari Sp.P

Begini Gejala Dan Pengobatan Pneumonia Menurut dr. Ni Made Dwita Yaniswari Sp.P

Begini Gejala Dan Pengobatan Pneumonia Menurut dr. Ni Made Dwita Yaniswari Sp.P
TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
Begini Gejala Dan Pengobatan Pneumonia Menurut dr. Ni Made Dwita Yaniswari Sp.P 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pneumania adalah jenis penyakit paru, ia disebabkan karena infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri atau jamur.

Masyarakat umum mengenalnya dengan paru-paru basah.

Tribun Bali berkesempatan mewawancarai dr. Ni Made Dwita Yaniswari Sp.P (spesialis kanker) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar, Bali.

dr. Yanis mengatakan ada beberapa gejala yang dialami pengidap pneumonia.

"Gejala dari penyakit pneumonia ini adalah sesak nafas, batuk dan berdahak kuning, demam yang tinggi," katanya saat ditemui di ruangannya di poli paru RSUD Wangaya, Selasa (20/8/2019).

Untuk pengobatan ia menyarankan untuk memberi vaksin pada tubuh.

"Vaksin, vaksin tersebut berguna untuk merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh, sehinga terhindar dari risiko pneumonia," ucap dr. Yanis.

Namun pengobatan yang paling sering digunakan adalah dengan antibiotik.

"Cara pengobatan secara medis adalah antibiotik. Kita berikan antibiotik, kalau kumannya ganas ya kita berikan antibiotik yang tinggi kelasnya, semisal kumannya tidak terlalu ganas bisa dengan antibiotik biasa saja," tanggapnya.

"Kita biasanya memberikan antibiotik, jika antibiotiknya direspon baik oleh tubuh biasanya pneumonianya akan sembuh," tambahnya.

Ia mengatakan anak-anak usia di bawah 2 tahun dan orang tua usia di atas 65 tahun sangat rentan terkena pneumonia.

"Daya tahan tubuh orang tua itu biasanya tidak baik sehingga kuman-kumannya itu masuk menginfeksi paru, begitu juga yang terjadi pada anak usia dua tahun," ucap dr. Yanis.

dr. Yanis mengatakan pemberian ASI yang cukup dapat membantu menambah sistem kekebalan tubuh pada anak. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved