KESEHATAN
1 Juta Warga Indonesia Setiap Tahun Berobat ke Luar Negeri, Kerjasama Prudential & BIH Gaet Potensi
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan, 1 dari 1.000 rumah tangga di Indonesia pernah berobat ke luar negeri (sekitar 0,1 persen).
TRIBUN-BALI.COM – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), hari ini secara resmi mengumumkan kerjasama strategis dengan Bali International Hospital (BIH), sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan rumah sakit unggulan PRUPriority Hospitals yang kini telah mencapai lebih dari 1.700 jaringan mitra rumah sakit.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Prudential, dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi nasabah, dengan sistem yang mudah, nyaman, dan bebas hambatan administratif melalui metode non-tunai (cashless).
Melalui kerjasama strategis ini, nasabah Prudential selain dapat menikmati layanan rawat inap dan rawat jalan sesuai dengan ketentuan polis, juga dapat menikmati layanan tambahan berupa free room upgrade hingga 1 (satu) tingkat di atas kamar yang sesuai manfaat nasabah.
Baca juga: MANTAN Pengusaha Hiburan Malam di Buleleng Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Baca juga: TRAUMA Keluarga Korban Tragedi Truk Rem Blong di Bangli, Warga: Suaranya Seperti Ledakan Bom

Jika kelas kamar sedang penuh, (nasabah dapat menempati kelas kamar yang lebih tinggi minimal 3 hari berturut-turut sampai dengan mana yang lebih dahulu terjadi, kamar yang sesuai manfaat tersedia atau sampai dengan nasabah selesai menjalani rawat inap), free pick-up dari bandara ke rumah sakit khusus pasien rawat inap, hingga free penggunaan VIP Aurora Lounge yang dapat dimanfaatkan oleh pasien dan keluarga pasien saat sedang melakukan perawatan.
Selain itu, nasabah juga dapat menikmati layanan unggulan dari Icon Cancer Centre Singapura yang turut
menghadirkan layanannya di BIH.
Layanan yang tersedia meliputi perawatan kanker komprehensif, seperti kemoterapi, imunoterapi, terapi target, radioterapi, dan bedah onkologi, baik untuk rawat jalan, sebelum dan setelah rawat inap, maupun saat rawat inap.
Vikas Sinha, Wakil Presiden Direktur Prudential Indonesia mengatakan, kerjasama strategis ini memungkinkan nasabah untuk terus menerima layanan kesehatan berstandar global di Indonesia, khususnya di BIH, tanpa harus ke luar negeri.
"Sebagai perusahaan yang berkomitmen, untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi kini dan nanti, kerjasama ini mencerminkan komitmen dalam meningkatkan dan memberikan rasa nyaman bagi nasabah kami untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar global, disaat mereka sangat membutuhkan kami untuk mewujudkan perlindungan optimal (peace of mind),” jelasnya.
Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Prudential, terhadap tujuan strategis Pemerintah dalam mewujudkan transformasi sosial menuju Indonesia Emas 2045, melalui sinergi antara para pemangku kepentingan untuk meningkatkan indeks Pembangunan Manusia, dengan Kesehatan sebagai salah satu pilar utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain mendorong investasi strategis di sektor kesehatan, kemitraan ini menawarkan akses terhadap
pelayanan medis kelas dunia serta perlindungan prima yang terintegrasi dengan pelayanan BIH, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan pariwisata kesehatan (health tourism) nasional, serta menjadikan Bali dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur-nya sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan Asia dan pusat pariwisata kesehatan berstandar internasional.
Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam mengembangkan sektor pariwisata kesehatan. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, setiap tahunnya diperkirakan lebih dari 1 juta warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan, 1 dari 1.000 rumah tangga di Indonesia pernah berobat ke luar negeri (sekitar 0,1 persen dari total responden). Dengan berbagai alasan seperti fasilitas yang lebih lengkap, pelayanan yang lebih cepat dan sesuai harapan, dan sebagainya.
Dengan hadirnya fasilitas layanan kesehatan seperti BIH, dan dukungan dari mitra strategis seperti Prudential, pemerintah menargetkan agar 30–40 persen dari pasien tersebut bisa ditangani di dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini selaras dengan salah satu strategi kesehatan dalam visi Indonesia Emas 2045, di mana Pemerintah
berfokus pada retensi pasien domestik, mengurangi outbound medical treatment dan mendorong arus balik devisa melalui health tourism inbound.
Dr. Noel Yeo, Chief of Commercial & Operations Bali International Hospital, menyampaikan, kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan bertaraf internasional di Indonesia, khususnya di Bali.
TARGETKAN 1,5 Juta Jiwa di Bali, Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 290 Siswa SMKN 2 Denpasar |
![]() |
---|
CUCI Hidung: Langkah Sederhana yang Efektif Membantu Mengatasi Sinusitis |
![]() |
---|
GANGGUAN Pendengaran pada Lansia Bisa Dipengaruhi oleh Tekanan Darah Tinggi |
![]() |
---|
648 Warga Kehilangan Status Penerima Bantuan Iuran JKN di Klungkung, Ini Kata Kepala Dinas Sosial |
![]() |
---|
KASUS Diabetes Anak Naik! Selain AMDK Haruskah Juga Larang Kemasan Kecil Minuman Berperisa di Bali? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.