Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jadi Perhatian Dunia, Kebakaran Hutan Amazon Hanguskan Wilayah Seluas 28 Kali Lipat DKI Jakarta

Yakni kebakaran hutan Amazon yang sudah mendapat porsi besar perhatian khalayak dunia.

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
(Global Forest Watch via Sky News)
Seperti inilah titik-titik kebakaran hutan di Brasil. Saat ini, Brasil mengalami periode terparah kebakaran hutan sejak 2013, di mana tercatat ada 76.720 kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2019. Jumlah itu mengalami kenaikan 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BRASILIA - Pada tahun ini, Brasil mengalami salah satu isu terbesar.

Yakni kebakaran hutan Amazon yang sudah mendapat porsi besar perhatian khalayak dunia.

Mengapa demikian? Sebab jika mengacu kepada ucapan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Amazon menyumbang setidaknya 20 persen produksi oksigen dunia.

Karena itu wajar jika para pemimpin dunia seperti Macron menaruh perhatian besar terhadap kebakaran hutan Amazon yang disebut terparah di Brasil sejak 2013 itu.

Mengacu kepada data Badan Penelitian Luar Angkasa Brasil (INPE) dilansir USA Today Jumat (23/8/2019), api yang menjalar di kawasan Amazon Brasil pada tahun ini mencapai 18.627 kilometer persegi.

Jika dikomparasikan dengan salah satu wilayah di Indonesia, maka kebakaran hutan yang terjadi sudah seluas 28 kali DKI Jakarta dengan luas sekitar 661,5 kilometer persegi.

Atau jika diperluas, maka kebakaran itu dua kali lipat Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) yang jika digabungkan, mempunyai luas 7.604,6 kilometer persegi.

Kemudian berdasarkan data INPE yang dirilis kantor berita AFP, terdapat 76,720 kebakaran yang terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2019 ini.

Kebakaran memang bukan hal baru di Amazon.

Namun kawasan dengan sejumlah titik terbasah dunia itu jarang mengalami kebakaran dalam skala besar.

Nigel Sizer dari Rainorest Alliance mengemukakan selama musim kering, meski ada orang membakar semak-semak, maka api bakal menyebar sedikit kemudian hilang.

Tetapi begitu seseorang menebang dan membiarkan kayunya mengering, maka begitu dia menyulut api, maka kondisi itu bakal menjadi bencana karena menyebar secara cepat.

"Saat ini, hutan mengalami pergeseran dari ekosistem tahan api menjadi ekosistem rawan terbakar," keluh Sizer.

Situasi itu jelas menjadi sorotan internasional.

Para pemimpin dunia anggota G7 seperti Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan bakal membahas situasi di Amazon dalam pertemuan akhir pekan ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved