Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wiki Bali

TRIBUN WIKI - Sejarah Lengkap Berdirinya Kodam IX/Udayana

Komando Daerah Militer IX/Udayana (Kodam IX/Udayana) merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Bali, NTB dan NTT

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Pendam IX/Udayana
Kodam IX/Udayana saat gelar pasukan pengamanan VVIP di Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Rabu (13/3/2019). TRIBUN WIKI - Sejarah Lengkap Berdirinya Kodam IX/Udayana 

Namun para pemuda bertekad mempertahankan kedaulatan Negara RI yang baru saja diproklamasikan.

Di Bali segera dibentuk RESIMEN SUNDA KECIl, dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai, pertempuranpun meletus di mana-mana, di Nusa Tenggara dikenal dengan pertempuran Tanah Aron dan pertempuran Selong.

Bahkan terjadi peristiwa yang sangat patriotik di Marga pada sore hari, tanggal 20 November 1946 Letkol I Gusti Ngurah Rai gugur bersama anak buahnya dalam perang Puputan.

Sementara itu dari meja diplomasi telah ditandatangani pengakuan kedaulatan RI pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag 27 Desember 1949.

Sesuai perjanjian tersebut, maka pasukan Belanda harus ditarik dari Indonesia dan tanggung jawab keamanan harus diserahkan sepenuhnya  kepada APRIS.

Dalam rangka pemindahan tersebut, struktur organisasi wilayah Indonesia Timur dijadikan Tentara dan Teritorium VII (TT-VI), yang diketuai A J Mokoginta, wilayahnya meliputi Sulawesi dan sekitarnya, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara).

Usaha pembentukan tentara di wilayah Nusa Tenggara ternyata kurang lancar, rintangan tidak hanya datang dari pihak Belanda, melainkan dikarenakan timbulnya kekacauan-kekacauan di Indonesia Timur, seperti pemberontakan Andi Azis dan RMS pada awal tahun 1950.

Dalam rangka menanggulangi kekacauan dan demi tegaknya kedaulatan RI, maka pemerintah mengirim pasukan untuk bertugas di wilayah Indonesia Timur dengan Kolonel A E Kawilarang sebagai Panglima TT-VI/IT (Indonesia Timur).

Sejak saat itu tanggung jawab keamanan di Nusa Tenggara dipegang sepenuhnya oleh Komando Pasukan Sunda Kecil/TT-VI/IT.

Komando Pasukan Sunda Kecil/TT-VI/IT inilah kemudian menjadi embrio dan kemudian terus berkembang mengikuti gerak langkah perkembangan TNI-AD menjadi Kodam IX/Udayana.

Pada tanggal 27 Mei 1957 resimen-resimen infanteri yang berada di Indonesia Timur diadakan Reorganisasi dan dijadikan Kodam, pada hari itu pula Resimen Infanteri 26 TT-VI/Wirabuana disahkan menjadi Komando Daerah Militer Nusa Tenggara Wira-Bhuana, dengan Letkol Minggu sebagai pimpinannya.

Sesuai penetapan Kasad No.01 tanggal 26 November 1957 tentang pembagian Daerah Militer Indonesia atas 16 Kodam, maka mulai tanggal 24 Oktober 1959 KODAM NUSRA diteteapkan sebagai Kodam XVI/Nusra/Rak- Sabhuana.

Kodam ini diperkuat dengan 3 Yonif, yaitu Yonif 701 ROI-II pada tanggal 21-1-1959 di Mataram.

Sedangkan wilayahnya dibagi menjadi Sektor A (Bali), Sektor B (NTB) dan Sektor C (NTT).

Dengan Keputusan Kasad No. KPTS 481/5/1960 tanggal 3 Mei 1960, Bagde Kodam dari Raksabhuana diganti menjadi Udayana. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved